Kita Mulai Dengan Kisah Seekor Ayam...


Kemaren gue baca di salah satu renungan lama tentang peristiwa di Turki. Seekor ayam milik seorang petani kecebur ke dalam sumur sedalam 60 kaki. Si pemiliknya, tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam sumur dengan maksud untuk menyelamatkan si ayam. Apa boleh buat, tanah yang rembes membuat si petani muda itu harus kehilangan nyawanya di dalam sumur. Ayah dan 2 saudara lelaki petani muda tersebut mengetahui apa yang terjadi juga berusaha masuk ke dalam sumur untuk menyelamatkan si petani muda itu sebelum ia meninggal. Kisah ini berakhir tragis dengan matinya 4 orang di dalam sumur tersebut yang kalau diusut penyebabnya hanya usaha untuk menyelamatkan seekor ayam.
--
Bagi anda mungkin ini kisah yang konyol sekaligus mungkin anda akan menuding ke-4 orang tersebut sebagai orang bodoh. Mengorbankan nyawa 4 orang hanya demi seekor ayam yang bisa dicari gantinya. Tapi gue melihatnya dari suatu sisi yang lain.
--
Gue bertanya pada Yesus, "Tuhan, kalau aku ayam itu, apakah Kau juga mau turun ke sumur itu untuk menyelamatkan aku?" Hening sejenak, Ia menjawab, "Ya, tahukah kau, waktu Aku ke bumi, Aku sudah mengetahui bahwa Aku akan mati dalam usahaKu menyelamatkanmu. Namun karena kasih, Aku tetap melakukannya!"
--
Kisah ayam tersebut tentunya akan semakin heboh bila ternyata ayam itu berhasil selamat. Demi keselamatan seekor ayam, 4 orang harus kehilangan nyawanya. Namun, hal yang sama itulah yang kita alami. Putra Allah sudah mati dalam usahaNya menyelamatkan kita. Padahal jikalau Ia mau, ia dapat membuat manusia baru di planet lain dan melupakan kita yang tinggal di bumi ini yang telah kurang ajar terjadapNya.

Comments

wakakkakaka....iya yah, emang kliatannya silly, tapi kalo dipikir2 emang seperti kita sekarang.