28 January 2012

47 Things I Learned About Life So Far


Over the years I spent on tweeting, I made some tweets on my reflection of life. Here is the collection of the tweets:
  1. To have a good life, you have accept everything, don't expect anything. Just do your best.
  2. Blessed Life is not about "how much you can get" but about "how much you can give. 
  3. Life is meant to be enjoyed, so let's have a party and celebrate it. 
  4. To fulfill your life's purpose You've gotta answer when you're called. So don't be afraid to face the world against all odds. 
  5. Having a blog is actually a nice way to see how far you have grown, how much you have learned all these years, and how changes affect your life. 
  6. This is how you should treat life: everyday is a gift! That's why it is called 'present'.
  7. A kiss means we both now share the same breath of life. 
  8. Sometimes the best thing you can do in life is simply keeping your sanity. 
  9. Life's so mysterious. You can never predict what lies ahead. 
  10. Life should be going and you decide it's going where. 
  11. Sleeping is a way of saying I have my life altogether. 
  12. Sometimes life's like a lemon. You will give it sour face or you'll make lemonade. 
  13. The most wonderful thing in life is to realize that I am beloved. 
  14. You should know exactly what you want in life. Don't let others dictate you. 
  15. Some cases in life will remain unanswered and let you linger with the question "why?" 
  16. Each life obstacles that you can overcome will make an ever stronger person. 
  17. The joy of life is in laughter. 
  18. Insecurity is the product of expecting too much while unwilling to accept anything as just parts of the life colors. 
  19. Accept kindness randomly, not all the time. You must have dignity to say no sometimes if you don't want that vocab disappear from your life. 
  20. Life is so funny. Sometimes you can never predict what lies ahead of you. Making wild guess and wild game is recommended. 
  21. You don't have to end all story with happy ending. You can also end it with a realization that life is so complex. 
  22. To be meaningful, life must have a purpose and action. From that point, you can create a passion for which you live your life for. 
  23. I'm excited by the fact that I spend my days and nights knowing what I do will have a lasting good effect on someone else's life. 
  24. How amazing life will be if everyone always thinks of how he or she can help other people. 
  25. Life is amazing when you can be grateful for what it is. 
  26. Everyone of us has the right to be happy and leads a fulfilling life as long as we respect each other. 
  27. I've been in ups and downs of life, to make me realize that this life ain't about what I can get, but what I can give. 
  28. Life Paradox: people don't change when you expect them to change, but they change when you don't expect them to change. 
  29. Don't live a pathetic life as if you have no future to start all over again. 
  30. Life will not be boring if you always try new things to do and new passions to explore. 
  31. Life is so beautiful when you focus your life on 'being' rather than 'doing'. 
  32. You are responsible to make your own day every day of your life. 
  33. Life sucks at times, therefore we need to f*ck it back. 
  34. Life is about pretending that you are not pretending. 
  35. Life is about making choices and I should learn to make better life choices. 
  36. Life is about finding and missing something or someone again and again. 
  37. If you can explain what this life is all about, then you don't even need to live anymore. 
  38. Being comfortable under your own skin, that's all it takes to succeed in this life. 
  39. Life is a constant struggle. If you don't fight for your dreams, you'll soon be stepped on by other people. 
  40. Don't expect everyone to be kind and nice to you. Life is a constant struggle. Expect the worst, work out for the best. 
  41. If you have pain, please understand this: everybody is in pain. So, don't ask for sympathy. Run to save your life. 
  42. To be a winner in life, you have to beat all others. You can't beat anyone or anything without a battle. No easy ticket. 
  43. Life needs a balance of work, play, and romance. 
  44. When life gives you lemon, buy a blender. 
  45. Always say what you want to say in real life, and you'll get people hurt (or amazed by your stupidity) by what you say. 
  46. Not all aspects of life need to have meaning. 
  47. Life is beautiful when you are grateful with what you have and not down with what you don't have.
Want to share your own thoughts on life? Please give comments below.

Related post:



Enter your email address:

24 January 2012

Hubby and Wifey Stuff


Gue tertarik menulis ini setelah berkunjung ke blognya Pandji dan mendapati tulisan ini:

"I use to love going out with different girls. Until I came home to an empty home. No matter how fun it was during the day, I came back home to find myself alone. And then there’s silence. There will come a day, where you’ll trade the excitement of having sex with a lot of people with the comfort of living with 1 person The lovely feeling of coming home, is the kind of peace you can get without having to go through war. Bahagia itu sederhana"

Sobat gue, Pandji, telah melalui fase kehidupan dimana akhirnya dia menemukan bahwa sudah waktunya dia berumahtangga. Berbagai nilai yang sebelumnya dia anggap benar akhirnya ter-challenge dengan sebuah nilai yang baru, yakni nilai sebuah rumah tangga, seorang istri dan anak-anak. Semua orang akan melalui fase yang sama, sampai dia siap mental untuk menempuh hidup baru. Di sisi lain, sobat gue yang lain, Brigida Alexandra berencana untuk tidak berumahtangga, seperti yang dia tulis di blog ini. Well, gue men-challenge Bree kalau keputusannya tersebut juga disebabkan faktor usia dan proses kehidupan. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman kehidupan, pendapat kita akan kehidupan pun akan berubah juga. Nilai-nilai yang selama ini kita anggap benar dan valid akan selalu ditantang oleh perubahan zaman dan juga faktor usia.

Apa itu pernikahan? Well, ada yang menganggap pernikahan adalah sebuah simbol ikatan dari dua orang yang saling mencintai. Gue kurang sreg dengan definisi ini karena tidak semua pernikahan terjadi karena cinta dan tidak semua pasangan akan tetap saling mencintai setelah mereka menjadi suami-istri. Bagi gue, definisi yang lebih tepat dari pernikahan ialah awal semua rumah tangga baru, dimana pasangan memutuskan from now on, mereka akan mengambil peran sebagai suami dan sebagai isteri. Menjadi suami dan isteri adalah peran sosial dan di dalamnya terdapat sebuah tanggung jawab, untuk menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap satu sama lain. Jika kita belum menikah, sesuatu terjadi pada kita, maka yang akan dicari ialah orang tua kita, sebagai pihak yang mempunyai tanggung jawab atas kita. Jika kita sudah menikah, sesuatu terjadi, maka suami atau isteri kita yang akan dicari. Pernikahan seringkali akan berujung pada bertambahnya tanggung jawab dengan lahirnya anak-anak yang harus dijaga dan dipelihara.

Beberapa minggu lalu, pas gue potong rambut di sebuah salon, di sebelah gue ada wanita yang sedang di creambath. Gue sempat menguping percakapan antara wanita tersebut dengan karyawan salon tersebut. Wanita itu bercerita kalau dia sedang dalam proses perceraian setelah menikah selama seminggu padahal sebelumnya dia sudah berpacaran dengan orang yang menjadi suaminya selama 6 tahun. Marriage is not the same as loving each other, karena pernikahan adalah peran sosial, dan tidak semua orang siap untuk itu.

Poin gue ialah kalau belum siap menikah, ya pacaran saja, just have fun. Kalau sudah siap menikah, maka jangan tunda untuk berumah tangga. Pacar yang luar biasa belum tentu akan menjadi suami atau isteri yang luar biasa juga. Karena untuk dua hal tersebut dibutuhkan kemampuan yang berbeda.

Mereka yang sudah siap menikah ialah mereka yang gue sebut sebagai husband material and wife material. Dulu gue pernah bikin seri tweet tentang ini, ringkasannya ada di bawah ini:

Some women choose not to hang around with a husband-material men, because they don't feel that they are wife materials. Banyak juga cewek yang mutusin cowoknya simply karena cowoknya kelewat baik, dan mereka takut nggak bisa jadi cewek yang baik. Tidak ada orang yang mau hidup sambil merasa perasaan bersalah, apalagi jika itu ketakutan akan gagal. Husband material itu kayak nice, caring, fatherly, responsible, financially secure, and most importantly loyalContrary to popular belief, nggak semua cewek dambakan cowok dengan husband material. Kecuali mindset mereka sudah siap berkeluarga. Mereka melihat cowok husband material ini sebagai mbosenin. Nggak ada daya tarik karena sudah gampang ketebak alurnya. 

Experience taught me this : Guys, kalo belum married, jangan act as if kamu udah jadi suaminya. Kenyataan dia belum married artinya dia belum butuh suami. Jadi cowok juga harus menyesuaikan diri dengan ekspektasi ceweknya. Pas dia butuh kamu sebagai pacar, ya pacarin aja. Don't act as her husband. Act as a husband itu kayak selalu nolongin dia, selalu carikan solusi buat dia, atau provide her needs, dengan kata lain untuk menghidupi dia. Nggak semua cewek itu dewasa kok, mostly they just wanna have fun, so give them fun. Jangan jadi orang yang gampang ketebak, karena nggak fun banget. Nanti pada masanya tiba, mereka akan emotionally ready to be a wife, at that time they expect you to have a husband material

Boys, solusinya bukan jadi bad boys, tapi ngerti kondisi psikis cewekmu. Tangkap apa yang jadi harapannya. Don't provide what she doesn't need. Pas cewek udah punya anak, orientasinya berubah. Untuk kelangsungan hidupnya dan anak, they need security. Cowok baik dan setia diminati. Sebelum punya anak, orientasi cewek ya having fun. They like to be selfish because they know they will lose themselves once they be mothers. Intinya, kayak orang jualan aja. Kamu harus ngerti 'pasar'-mu. "Buka Starbucks di Tanah Abang sama aja harakiri". 

Dan jangan ketipu, kalo cewek demen anak kecil dan bilang pengen cepet punya anak itu artinya bukan gw pengen cepet kita nikah! Why? Karena basically semua cewek suka anak kecil. Kalo nggak suka, kemungkinan besar itu pertanda mereka nggak mau punya anak. So, suka bukan berarti mau sekarang. Kalo seseorang nggak siap, ditawari sesuatu yang wah, bisa bikin stress lho. Kalo dia nolak, bukan berarti dia nggak mau. Simply nggak siap. 

Cowok cenderung sibuk cari jalan menuju tujuan sedang cewek sibuk menilai apakah dia menikmatinya atau tidak. Cewek suka love stories dan mikirin about their own love stories. Cowok pengen langsung ke ujung cerita dan menikmati hidangan.

Bisa dikatakan apa yang gue tulis di atas sedikit bias, namun kira-kira sama for both gender. Pernikahan adalah masalah mentalitas, engage to it when you are ready, not because you are afraid you will end up single and lonely.

Related post: 


Enter your email address:

23 January 2012

Escaping The Unlovable Feeling


Cinta adalah isu terbesar di planet bumi. Tidak terhitung banyaknya film, buku, musik, dan berbagai karya seni lainnya yang dibuat untuk membicarakan mengenai cinta. Mengapa demikian ? Itu karena cinta adalah elemen emosi positif terkuat di planet ini. Oleh karena semua manusia memiliki emosi, maka tidak heran jika semua manusia selalu dibuat penasaran dengan topik ini. Saya percaya itu juga salah satu alasan mengapa Anda membaca tulisan ini pada saat ini. Setiap orang ingin dicintai lebih dari apa pun. Banyak orang berusaha sekuat tenaga untuk menjadi kaya raya, tenar, atau murah hati oleh karena di dalam dirinya ada secercah harapan bahwa jika dia berhasil menggapainya maka dia akan mendapatkan lebih banyak cinta.

Cinta berhubungan dengan kehangatan dan berlawanan dengan kesepian yang diasosiasikan dengan kedinginan. Cinta membuat kita terkoneksi dengan fellow human beings dan memampukan kita untuk memahami orang lain. Semua orang ingin diterima dan penerimaan berarti dicintai. Semua orang tidak ingin ditolak karena ditolak diasosiasikan dengan tidak dicintai. Kita berusaha menonjolkan diri kita dalam berbagai hal yang bisa kita lakukan dengan baik, entah itu dalam hal akademis, karir, kekayaaan, penampilan, atau yang lainnya. Tujuannya tentu saja agar kita beroleh penerimaan dari orang lain. Kesepian datang menyerang ketika ternyata kita gagal mendapatkan cinta meski setelah menonjolkan semua atribut positif yang ada dalam diri kita.

Perasaan unlovable hadir ketika kita merasa kita ditinggalkan seorang diri. Perasaan ini lahir dari keputusasaan karena tidak ada yang mengerti diri kita membuat kita merasa kesepian dan ditinggalkan. Ketika mulut kita tidak lagi bisa menjerit, maka hati kita pun menjerit. Sebagaimana nilai barang ditentukan dari harga barang tersebut dalam mata uang, maka nilai harga diri kita seringkali diukur berdasarkan social currency. Seberapa banyak acceptance yang bisa kita dapat, seberapa banyak pujian yang diarahkan ke kita, seberapa sering kita dicari-cari dan dipedulikan.

Jalan keluar untuk bisa escape dari unlovable feeling  ternyata ialah dengan menentukan self worth diri kita sendiri. Semakin kita memandang rendah diri kita, semakin turun nilai social currency kita di mata komunitas. Elemen utama interaksi sosial ialah confidence dimana kepercayaan diri akan membuat kita bersinar, performing our best, dan melakukan hal-hal yang sebelumnya kita pikir tidak bisa kita lakukan. Mereka yang percaya diri akan menjadi magnet sosial karena mereka mampu memberikan kontribusi positif pada komunitas. Cahaya terang akan menerangi diri kita ketika kita berhenti menyalahkan diri kita, lingkungan, atau orang lain dan mulai melihat potensi besar yang ada dalam diri kita masing-masing untuk mewarnai dunia.

Related Post:



Enter your email address: