19 November 2006

You're The Hero!!!



Ada sebuah perubahan besar dalam hidup gue belakangan ini. Perubahan yang sangat besar. Sangat besarnya sehingga ini menjadi sebuah revolusi sendiri dalam kehidupan sang ReVoLuTiA seperti Jed. Ini berbicara mengenai perubahan konsep diri.

Biar gue mulai dengan seseorang wanita kontroversial bernama Paris Hilton. Baru-baru ini gue menyaksikan video klip lagunya, `Nothing in this world` di MTV yang membuat gue menaruh perhatian. Kali pertama gue menontonnya, gue tertarik dengan frasa `Dare To Dream` yang di-flash-kan sebagai tema video tersebut. Frasa itu sendiri menjadi tema dari weblog gue ini. Kali kedua, Jed mulai memperhatikan alur plot dari video tersebut dan terpaksa harus mengkritisinya. Bagi yang mau nonton videonya di YouTube bisa klik di sini.

Kisah dalam video itu tentang seorang remaja laki-laki pemimpi yang dianggap `loser` oleh teman-temannya. Namun remaja ini gemar mengkhayalkan bahwa suatu hari gadis cantik (Paris Hilton) akan menjadi kekasihnya dan semua neraka hidupnya akan berakhir. Video itu sendiri berakhir dengan impian remaja tersebut yang jadi kenyataan, dimana dia berhasil menggandeng Paris Hilton dan hidup berubah menjadi surga baginya, menjadi warga bumi kelas unggul dimana semua yang lain menjadi pecundang karenanya.

Kisah awal video itu kira-kira agak mirip dengan kisah hidup gue. Masa lalu gue diwarnai dengan berbagai kekecewaan pada kehidupan dan orang-orang lain yang gue anggap lebih berbahagia dari gue. Beberapa anak lain, sepertinya mendapat privilege, dengan segala hal yang hanya bisa dikhayalkan oleh anak kurang beruntung seperti gue. Dunia sepertinya selalu tidak adil, dimana gue gak mendapat suatu kebaikan di dalamnya, dan satu-satunya jalan tempuh yang paling nikmat ialah dengan bermimpi bahwa suatu hari, suatu hari, suatu hari nanti, keajaiban itu akan datang, dan gue akan mendapat giliran untuk berbahagia.

Gue selalu menganggap diri gue kurang beruntung. Kondisi ayah yang mengalami gangguan mental menjadi momok tersendiri bagi gue. Gue harus puas dengan ketidakmampuan ekonomi keluarga gue, belum lagi olok-olok dari teman yang mengetahui kondisi keluarga gue. Belom lagi, ukuran bibir gue yang agak besar, menimbulkan ejekan dari teman-teman masa kecil gue. Kekurangmampuan gue dalam olahraga serta ketakutan gue pada ketinggian dan serangga malah semakin mengurangi rasa percaya diri gue. Akhirnya gue menjadi minder dan percaya kalau gue emang sudah ditakdirkan untuk tidak beruntung.

Akhirnya gue percaya kalau gue adalah `born loser` dan mengambil posisi sebagai kekuatan mereka yang tersisih. Gue percaya bahwa yang baik itu penuh kepalsuan dan dalam semua kebahagiaan pasti ada penderitaan yang menyertai. Akibatnya gue menjadi penakut dan tidak berani mengambil resiko dalam berhubungan. Gue menyalahkan diri gue, orang lain, atau keadaan yang membuat keadaan gue jadi menyedihkan. Parahnya, gue jadi gak percaya bahwa gue juga `deserve` mendapatkan sesuatu yang baik dari kehidupan ini. Pesimisme adalah nama keluarga gue.

Nah seperti anak di cerita video Paris Hilton tersebut, gue mengembangkan kebiasaan bermimpi sebagai jalan keluar yang manis dari konflik batin gue. Dalam impian gue, suatu keajaiban akan datang pada saat yang tidak ditentukan untuk merubah semua kesengsaraan menjadi kebahagiaan seperti kisah cinderella. Bagi anak itu, keajaiban itu bernama Paris Hilton. Bagi gue, itu adalah gadis impian gue. Namun pesimisme yang berlebihan malah membawa gue kepada meragukan apabila mimpi itu akan menjadi kenyataan suatu ketika nanti.

Nah, inilah kesalahan terbesar gue selama ini. Mengharapkan keajaiban datang dari luar. Akhirnya gue menggantungkan seluruh konsep diri gue pada keberhasilan gue mendapatkan gadis yang gue inginkan jadi kekasih gue. Akibat parahnya, gue memaksakan impian gue untuk jadi kenyataan pada orang yang tidak memiliki impian yang sama seperti gue. Gue menjadi intoleran, memaksa, dan membahayakan. Perilaku gue telah membuat frustasi baik diri gue maupun diri wanita yang gue ingin menjadi kekasih gue.

Revolusi yang gue alami sekarang ialah pada discovery bahwa impian gue jadi kenyataan atau tidak, bukan tergantung pada orang lain, tetapi pada diri gue sendiri. Seperti lirik yang dinyanyikan oleh Mariah Carey, `and the hero lies in you`. Dan hal itu sangatlah benar, You’re the hero, My man.

Gue harus melihat diri gue sebagai pribadi yang utuh dan bukan separuh. Gue harus yakin kalu gue bukan `born loser`. Gue harus percaya bahwa gue juga bisa menang dan mendapatkan apa yang impikan sebagaimana juga orang yang lainnya. Gue harus yakin kalau kebahagiaan adalah berkah kehidupan bagi gue, dan gue gak perlu membandingkan diri gue dengan orang lain untuk menilai diri gue.

Masalah gue selama ini ternyata ada pada diri gue sendiri. Bukan orang lain. Gue mengalami banyak hal pahit karena gue memilih memandang segalanya sebagai hal yang pahit. Gue harus berani bangkit dari kegagalan dan kejatuhan serta terus melangkah tanpa pernah meragukan peluang gue untuk meraih setiap kesempatan. Gue gak butuh orang lain sebagai simbol kemenangan gue seperti Paris Hilton bagi remaja pecundang itu. Yang hanya gue butuhkan ialah optimisme. Optimis bahwa selalu ada harapan di depan. Optimis bahwa gue pasti bisa. Optimis bahwa gue pasti mampu meraih apa yang gue impikan.

Kebodohan gue selama ini ialah dengan mencari keajaiban dari luar, padahal keajaiban itu akan datang dari diri gue sendiri. Ketika gue percaya pada diri gue sendiri, maka keajaiban akan datang dan gue akan terbang dengan bebas.

Ketika gue mempelajari sistem Kasta di India, gue menemukan bahwa kata `kasta` berasal dari bahasa Portugis. Kata aseli untuk kasta dalam bahasa India adalah `jati’. Ini berarti jati diri gue adalah kasta diri gue. Ketika Jed menemukan jati diri Jed yang sebenarnya maka Jed dibebaskan dari kekuatiran akan nasib sial.

Jati diri Jed adalah kesayangan Abba, seperti yang selalu ditekankan oleh Brennan Manning. Ketika gue percaya bahwa gue dikasihi dan menjadi milik kesayangan dari Yang Maha Kudus maka gue bisa yakin bahwa gue diterima dan diperhatikan. Gue gak pengakuan dari yang lain, karena Abba pengasih telah mengasihi gue sepenuhnya. Ulangan 14:2 berbunyi, `sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi.`

Ketika Jed yakin akan jati diri Jed yang sesungguhnya, maka Jed sudah mempunyai keajaiban dalam diri Jed. Keajaiban untuk merubah semua kemalangan menjadi kebahagiaan, reruntuhan menjadi bangunan kokoh, dan kematian menjadi kehidupan. Jed percaya ada banyak hal yang baik yang akan diberikan masa depan bagi Jed.

How about you? Mau dansa bareng?

8 comments:

Mee Chan said...

tes

Mee Chan said...

nah dah beres komennya
eniwei td ga bisa komen cuma mo bilang kalo poatsingan hari ini bagus banget dan mengena buat gw

god bless

william said...

bagus kalo jed uda temuin jati diri sendiri. keep it up.

Anonymous said...

gila baru nyadar ya ? tapi bagus telat deh daripada gak sama sekali.

freccia said...

wow Jed...I'm soo proud of you! ^_^
everyhting that you wrore here really blessed me.. as my pastor said, "there's a seed of greatness lies within each and everyone of us. you just have to awaken that hero inside you!"

so don't feel pessimistic, never underestimate yourself. God loves you just the way you are. we are His precious children, created with His own hands according to His image and likeness.

God loves you so much brother! keep up the good spirit!

Helen said...

Huhuhe.. bener2 Jed! Regardless of what other people (or you) think about yourself, YOU ARE FEARFULLY AND WONDERFULLY MADE!!!! (Psalm 139:14) Never let anybody else makes you think otherwise! You are precious in His eyes :)

Ilustrasinya spt uang yg dilecek2in sampe kusam kotor sekalipun, itu tetep uang yg ada nilainya dan berharga kan.. So sama seperti kita semua itu berharga di mata Bapa betapapun jeleknya or kotornya kita.

Meskipun jalan manusia beda2, ada yg melalui jalan tol yg muluuuus, ada yg berkerikil, ada yg berbatu2 besar, tapi selama ikut Tuhan, hidup kita itu bisa dipake untuk kemuliaan Dia.

Inget Yer 29:11, janjiNya berkata kalo masa depan kita itu indah dan penuh harapan!!! And He never lies :) His promises are yes and amen! ^^ Heuheuhe... Maju terus Jed!

imoy said...

very inspiring.

~~Devita~~ said...

baca komen dari Helen "YOU ARE FEARFULLY AND WONDERFULLY MADE!!!!"

jadi inget ama buku tyang lagi Icha baca sekarang..wkakakakka


niwei, Jed bisa dansa?

Post a Comment