14 January 2007

Dance with My Father

Dear Dreamers,
Belakangan ini ada satu lagu yang telah memikat Jed. Bukan lagu lama seh, tapi isi lagu itu sangat luar biasa. Lagu yang dirilis tahun 2003 oleh almarhum Luther Vandross ini dibuat untuk mengenang ayahnya tercinta. Lagu ini ditulis bersama dengan Richard Marx.
Untuk men-download MP3 lagu `Dance with my father` bisa klik di sini .
Untuk melihat video klip lagu `Dance with my father` bisa klik di sini .
Lirik lagunya seperti ini: (Perhatikan baik-baik bagus banget soalnya)
-----------------
Back when I was a child, before life removed all the innocence.
My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around `til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I`d play a song that would never, ever end
How I`d love, love, love
To dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He`d make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me
If I could steal one final glance, one final step, one final dance with him
I`d play a song that would never, ever end
`Cause I`d love, love, love
To dance with my father again
Sometimes I`d listen outside her door
And I`d hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I`m praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don't do it usually
But dear Lord she`s dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream
------------
Lagu itu berkisah tentang kenangan manis seorang anak dengan mendiang ayahnya. Alangkah bahagianya hati seorang ayah jika mengetahui betapa anaknya mencintainya. Juga alangkah bahagianya hati seorang anak jika ia mengetahui betapa ayahnya sangat menyayanginya, menerimanya, dan bangga padanya. Tatapan mata seorang ayah pada anaknya seharusnya tatapan mata penuh kasih, perhatian, penerimaan, dan penerimaan. Tatapan mata seoarng ayah pada anaknya bukanlah tatapan kebencian dan penghukuman. Ketika berada bersama ayah seharusnya menjadi momen-momen yang mengharukan seperti di lagu Luther Vandross. Sayang sekali Jed tidak pernah sempat punya hubungan dekat dengan ayah Jed karena penyakit mental yang dideritanya selama ini sejak Jed usia 2 tahun. Begitu berharapnya Jed akan kesembuhan bokap agar bisa menghidupkan hubungan kami yang selama ini mati. Kenangan indah Jed bagi bokap pada saat masih kecil ialah main `gendong atas` dimana bokap akan piggyback Jed di atas bahunya. Oh, how I miss that moment. Untungnya Jed kenal ayah yang lain, yang Yesus ajar Jed untuk panggil Dia dengan sebutan Abba, Bapa. Abba bukannya ayah yang jahat berdasarkan apa yang diceritakan Yesus tentang Abba:
Matius 7:11 (BIS) Walaupun kalian jahat, kalian tahu juga memberikan yang baik kepada anak-anakmu. Apalagi Bapamu di surga! Ia lebih lagi akan memberikan yang baik kepada orang yang minta kepada-Nya.
Lukas 15:20 (BIS) Maka berangkatlah ia pulang kepada ayahnya. Masih jauh dari rumah, ia sudah dilihat oleh ayahnya. Dengan sangat terharu ayahnya lari menemuinya, lalu memeluk dan menciumnya.
Well, ternyata hidup tidak begitu buruk bukan?
Salam,
JED-ReVoLuTiA

11 comments:

bu guru said...

humm i love this song too, remind me of my beloved father, ga nyadar trnyata 17 january 2007 ntar, genap setahunnya beliau meninggalkan saya dan ibu bwt slama2nya, thanks jed for posting this song

ruth said...

sweet song jed..
as sweet as the moments
seandainya waktu bisa diputar ulang??

irene said...

iya.. bagus lagunya, bisa sedih banget kalo bener2 diresapi. hmm ga tau mo ngomong apa soal bokap loe.. wish u the best ya..

[ReTH] said...

Ini lagu jaman kapan sih Jed?
Lagu baru yak,
koq aku ndak tau??
Apa aku kuper yak..??
Huehehehe

Tiwi said...

Masih banyak anak2 yang kurang beruntung dimana mereka sama sekali tak pernah mengenal ayahnya, bahkan tak diakui...

Bagus banget lagu ini.

nia said...

yup aku juga suka lagu ini... :)

Juli said...

gue udah mampir ye ..

hmm, posting tentang bokap bikin gue jadi inget sama beban hati bokap gue. hmm ... though i love my dad so much, but there's nothing i can do to ease his pain *sigh*

tiNe said...

wahh.. gw dulu jg suka bangett ma itu laguu.. hohoh.. tp skrg uda ga perna denger lagi.. hmm, but i still like it..

o well, gw jg sayang ma bokap gw, n im sure he loves me even more. tp knapa ya bokap tu suka nyebelin? huhuhuhuhuhu..

Fida Abbott said...

Jed, thanks ya buat info lagunya plus udah rajin visit ke Blog-ku meski cuman ngechat aja. Thanks loh.

I am so proud of you that you are a strong SON for your Dad!!!

Your friend in USA

william said...

aku belon pernah dnger lagunya si.

~~Devita~~ said...

aslinya sih Icha gatau lagu ini, tapi setelah serng diputer di swalayannya kampus, Icha jadi suka, lagunya bagus loh ternyata....huaaaa.....

Post a Comment