23 January 2007

for the sake of AMERICAN (Idol) DREAM


Kemaren sempet nonton audisi American Idol season 6 di teve. AI adalah satu acara kesukaan Jed selama ini dah udah ngikutin dari season 2 hingga season 5 kemaren yang dimenangkan oleh Taylor Hicks. Proses audisi AI dikenal sangat ketat dengan 3 juri yang sering berselisih pendapat: Randy Jackson, Paula Abdul, dan Simon Cowell.

Pas nonton acara audisi kemaren, Jed memperhatikan suatu hal. Biasanya kita bisa mengenali calon peserta yang akan mendapat tiket ke Hollywood bukan dari nada pertama yang dia nyanyikan, tapi dari detik pertama dia masuk ke dalam judging room. Entah kenapa, seorang bintang sudah seperti memiliki aura khusus yang membuat kita menyukai dia dari detik pertama kita melihat dia. Sedang para pecundang juga bisa dikenali dari detik pertama. Mereka datang dengan aura negatif dan pada akhirnya akan bernyanyi dengan parah dan menyiksa telinga. Jed bukan berkata hanya mereka yang memiliki tampang ganteng atau cantik yang bisa menjadi idol, tapi ada sesuatu di luar tampang semata, yang membuat kita mengagumi orang tersebut.

Apakah aura bintang seperti itu dibawa dari lahir atau dilatih ya?

Apakah teknik afirmasi (mengatakan hal-hal positif pada diri sendiri) yang diperkenalkan hipnotisme bisa membantu seseorang meningkatkan aura positif dalam dirinya?

Big question yang belom bisa Jed jawab tuh.

Memang ada beberapa orang yang ikut audisi AI cuma buat cari sensasi alias tidak serius. Biasanya mereka mengenakan kostum aneh-aneh yang sengaja dipakai buat menarik perhatian. Mungkin obsesi terkenal mereka yang gak ketahanan. Namun ada juga beberapa orang yang jelas-jelas tidak bisa menyanyi bahkan secara standar sekalipun yang ngotot mengikuti audisi idol dengan keyakinan besar mereka bisa jadi juara, namun kemampuan mereka bukan nol lagi, tapi sudah minus, alias super parah. Mereka ini berani ikut audisi karena kata-kata positif yang diucapkan teman-teman mereka bahwa mereka punya bakat nyanyi yang luar biasa. Teman-teman mereka telah memperdaya mereka sehingga mereka yakin mereka bisa nyanyi (which is not) dan akhirnya mereka ikut audisi dan mempermalukan diri mereka ke seluruh dunia. Inilah yang Jed sebut dengan soft bullying, dimana proses bullying tidak dilakukan dengan ancaman, tapi dengan rayuan pujian, yang akhirnya membuat si korban mempermalukan diri mereka sendiri dengan menjadi ejekan banyak orang. Bagi Jed, soft bullying ini lebih jahat dan kejam dari pada hard bullying pada umumnya.

Tega ya ada orang yang berbuat begitu pada orang lain?

Dan banyak juga yang ikut audisi demi merubah nasib mereka, for the sake of American Dream. Mereka menganggap ikut AI akan menyelesaikan semua masalah hidup mereka yang melilit. Yang mereka dambakan ialah sebuah utopia yang tidak beda dengan fatamorgana di sebuah kehidupan yang keras. Orang-orang seperti ini, yang akan marah/kecewa/menangis ketika audisinya gagal, adalah para self-made loser. Hidup mereka menyedihkan bukan karena mereka dilahirkan untuk kegagalan tapi mereka membuat diri mereka percaya bahwa mereka bisa tidak gagal lagi dalam kehidupan setelah sebuah keajaiban yang entah itu bernama Cowok/Cewek Impian, Pekerjaan Dambaan, Menang lotere, atau menang di American Idol. Perspektif hidup terbatas seperti ini yang menggantungkan kebahagian mereka pada sesuatu yang tidak realistis akan membuat lingkaran setan kutukan dalam hidup orang tersebut. Untuk menjadi orang yang sukses cuma dibutuhkan sebuah skill, yakni kemampuan untuk bangkit kembali setelah terjatuh. Jangan gantungkan hidupmu pada sebuah utopia tapi gantungkan hidupmu pada Tuhan yang akan setia menyertai kita dalam up and low dari kehidupan.

Apakah anda siap menggapai mimpi anda?

9 comments:

Fida Abbott said...

Jed, aku itu bukan pemimpi. Just simple person but having great desire and I know what I can do and can not do.

Beruntung loh jadi orang Indo, meski sudah banyak orang stress dimana-mana tapi mereka masih di line normal (maksudnya tahu diri gitu loh). Kalau di USA, orang yang nggak normal kelihatan normal loh. Jadi jauh lebih berbahaya. So, hati-hati bergaul dgn mereka. Tapi bukan berarti orang sana pada jelek semua. Segudang yang buaeeek dan segudang juga yang jueeleeek.

Ciaooo
F

Sunny Day said...

g suka bgt nonton AI, one of my fav TV show, yang bkn g msh suka bertanya2 dalem ati ya, org bule tuh bener2 PD abizz, udah suaranya gak keru2an, penampilan ancur2an, tapi mereka merasa PD aja bisa lolos audition n mengumbar kata2 kalo mereka THE NEXT AMERICAN IDOL... ya memang lain kali dengan culture orang Asia yang lebih tau diri "dikit"... hehehe...

pyuriko said...

Hmm,... jam tayang AI terlalu malam,... jadi gak sempat nonton...

[ReTH] said...

Wah..
kalo aku ikut idol getoh cuman pengen nampang aja, muncul ditipi, ekekekekek

*PLETAXXXSS*

gaussac said...

american idol, wuaahh...jarang nonton. klo malem2 enaknya nongkrong di depan kompi plus kopi sambil nyetel mp3, itu udah nikmat banget.

chocolateaddict said...

wah...channel tv g jelek...jd ga pernah nonton AI deh..

kl soal aura bintang dibawa dr lahir atau dilatih...menurut g sih..org yg punya hawa bintang memang ada, tp kalo ga dilatih yah percuma. yg ga punya hawa bintang jg bisa jadi bintang, cuman u/ jd terkenal, mrk hrs berlatih lebih keras drpd mrk yg 'natural born star'. Misal: yg punya hawa bintang hrs latihan 2 jem sehari, yg ga punya mungkin hrs latihan 5 jem sehari.

btw, org nangis & kecewa krn gagal...g rasa wajar, Jed. Ga ada org pengen gagal & siap utk gagal. Don't be too hard on them. We all have been there, done that...

Akhir kata, g setuju soal gantungin hidup kita sama Tuhan. Just do our best, & let God do the rest :)

Gbu.

ZILKO said...

Walo ikut acara semacam AI atau semacamnya bukan berarti klo menang bakal enak, tetep aja harus kerja keras. Masalahnya kebanyakan ngeliat enaknya aja... :D AI emang sih membantu membukakan jalan menuju bintang (beda sama Indonesian Idol menurutku). Klo menang di AI, kebanyakan bener2 jadi star di Amerika. Katakanlah Kelly Clarkson (yg mendunia), Carrie Underwood (jawara country di AS), Bo Bice (yg kariernya juga mulai go-int'l). Klo Indodol sih aku liat ga sampe tahap sesukses itu koq

bu guru said...

AI? jrg nonton

Ancilla said...

mengenai aura, aku percaya kok...
sama halnya ketika kita sedang bahagia atau jatuh cinta... orang lain akan "melihat" kebahagiaan kita... kita akan tersenyum selalu di dalam hati :)

mengenai latihan, aku rasa si itu akan terkait dengan positive thinking dalam diri kita :)

bagaimana kita bisa meyakinkan orang lain bila kita sendiri tak pernah yakin dengan diri kita? :)

Post a Comment