25 January 2007

On The Journey To Like Myself

WARNING: This will be more personal than ever.

Kemaren sore pas pulang kerja mampir di mall bentar buat ke ATM ambil duit punya nyokap. Pas ngelewatin Pizza Hut, entah kenapa mood gue berubah jadi jelek dan mendadak jadi bete banget. Pulang ke rumah gue berusaha memahami perasaan aneh gue ini lewat chatting dengan seorang teman. Teryata seh semuanya bermuara di masalah loneliness gue. I don't have friends. Gue bisa aja nyebut beberapa nama yang gue anggep sahabat baek gue dan banyak orang bisa ngaku-ngaku jadi sahabat gue, tapi tetep aja gue merasa gue kesepian dan tidak punya teman. Mengapa? karena gue merasa ga ada orang yang mau spend time with me karena gue sangat menyebalkan. Kenapa gue bisa yakin begitu? itu karena selama ini gue juga gak nyaman ama diri gue sendiri. Poor self-image. Gue udah berkutat dengan isu ini selama hidup gue dan karena gue gak percaya ama diri gue sendiri, ujung-ujungnya gue juga gak percaya sama orang lain di sekitar gue. Kemaren gue berusaha browsing di inet buat cari tahu cara ngatasinnya dan akhirnya ketemu satu website yang kasih gue pencerahan. Link ada di sini.

Low Self-Esteem

...possible issues
- You or your partner have low self-esteem
- You readily accept blame and apologise even if you have done nothing wrong
- You can feel guilty when others are unhappy or you fail to meet their expectations

...the cause
A sense of low self-esteem usually originates when we are very young. It comes out of problems with bonding in our original family or our inability to help the people around us who may be having problems. Perhaps they were ill, or suffering their own emotional problems, making it hard for them to express their love fully. As a young child we do not have the experience or maturity to understand family dynamics and problems, and can therefore make profound decisions about our self-worth.
If we feel we have failed the people around us, most critically our parents, then we are likely to blame ourselves and feel inadequate in life and relationships. In this way, our self-esteem is actually a measure of the extent to which we feel worthy to be loved. This decision to assume that we are inadequate and unlovable is always a mistake . Because it is a mistaken choice we can now make new choices....the way throughThe first thing to realise about self-esteem is that virtually everybody has suffered in some way with this issue - it is part of being human. Building self-esteem is the key to happiness and fulfilment in life.
To do this you will need to become aware and understand what was happening in your family for you to make mistaken decsions about your self-worth. Appreciate that you were loved more than you could imagine and any lack of expressed love would have happended because the people close to you were struggling with their own emotional issues. As you forgive them and yourself for the mistake in perception you will feel your self-worth growing.
As you build self-esteem your guilt will also fade away and this will allow you to form stronger and more fulfilling relationships.Copyright P.J. Granger 2005
-
Setelah baca itu di atas, ternyata masalah self-image gue selama ini bisa di-track ke masa kecil gue dimana kejadian-kejadian di famili gue waktu itu membuat gue menjadi orang yang kayak gini sekarang. Gue merasa bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa selama ini buat menolong bokap gue yang mengalami gangguan mental sejak gue usia 2 tahun. Terlebih lagi, gue merasa bersalah karena gue gak bisa menggantikan tanggung jawab bokap karena faktor usia yang masih kecil. Sekarang gue udah dewasa, mestinya gue dah bisa selesaikan semua masalah ini, tapi gue cenderung lari dari tanggung jawab dan menjadi safe player karena itu sudah jadi habit gue selama gue hidup. Kegagalan gue untuk menjadi 'cowok' di rumah mengakibatkan gue membenci diri gue sendiri dan memiliki pandangan yang tidak sehat pada diri gue sendiri. Temen-temen yang chat ama gue di conference kemaren membantu membuat gue menyadari bahwa ini sudah bukan waktynya lagi gue berleha-leha dan lari dari tanggung jawab. Kalo gue mao hidup gue berubah, maka perubahan itu harus mulai dari gue sendiri. Gue harus membangun self-image gue yang sehat. Caranya tentu saja dengan melakukan hal-hal yang sudah mesti gue lakukan dari dulu, yakni mengurus famili gue. Selama gue hanya berkutat di diri gue sendiri, pada konsep-konsep dan analisa gue, maka gue tidak akan mendapatkan perubahan apapun. Waktunya buat gue untuk bertindak. Bukankah itu tugas utama seorang pria, yaitu bertindak. Pria yang tidak mau bertindak akan cenderung tidak disukai oleh wanita, seperti gue selama ini. Gue merasa wanita tidak mungkin mencintai gue karena 2 wanita yang yang paling dekat dengan gue selama ini, my mom and my sister, gak suka ama gue. Kalo gue bisa membuat mereka percaya pada gue, maka gue yakin self-image gue akan kebangun dan gue menjadi orang yang lebih pede dan nyaman ama diri gue sendiri. Selama gue gak pede dan nyaman ama diri gue sendiri, maka orang lain tidak akan percaya ama gue atas nyaman berada dekat gue.
-
Selama ini gue berteriak meminta perhatian dan cinta dari orang lain. Selama ini pula gue menyalahkan orang lain atas semua konflik batin gue. Akhirnya gue sampai pada konklusi bahwa gue yang harus disalahkan bilamana hidup gue menjadi seperti ini. Gue sudah dewasa dan salah satu ciri kedewasaan yang utama ialah berani memikul tanggung-jawab dan bukannya lari dari masalah. Sudah waktunya bagi gue untuk berhenti terlalu banyak bermimpi dan beranalisa karena itu semua tidak akan menyelesaikan masalah gue. Gue harus mulai melakukan sesuatu dengan hidup gue yang sekarang, mulai dari hal-hal kecil seperti mengasihi bokap, nyokap, dan adek gue dalam lingkup kecil dan juga keluarga besar dari pihak nyokap dan bokap yang selama ini gue hindari membuat kontak. Gue baru sadar mengapa selama ini gue jadi keturunan cina yang anti-cina karena kekecewaan gue pada pihak keluarga besar yang tidak peduli pada masalah keluarga gue selama ini. Niwei, gue harus mulai hidup di dunia nyata dan bukan di dunia mimpi-mimpi gue. Gue butuh jadi orang yang berani dan bukan selalu lari dari masalah seperti layaknya penakut. Gue butuh menjadi 'cowok' dan mulai menghadapi semuanya sepeti layaknya cowok. Gue mesti banyak belajar dari Yesus, pria tersejati yang pernah hidup.
-
Pagi ini gue bangun tidur dengan sebuah kesadaran baru bahwa apa yang dikatakan Dr. Tim Alan Garner itu benar. Alasan mengapa banyak dari kita di dunia modern ini merasa kesepian meskipun teknologi komunikasi mewabah di mana-mana adalah karena kita tidak mengasihi. Lawan kata dari kasih adalah egoisme atau mementingkan diri sendiri. Ketika kita egois, kita akan mulai membangun dunia kita sendiri yang terpisah dari dunia nyata luar sana seperti yang selama ini gue lakukan. Kita berusaha membangun kenyamanan kita dengan selalu memikirkan dan mendahulukan diri kita sendiri dan tidak mempedulikan orang lain. Itulah alasan utama kenapa orang kayak gue merasa gak punya teman. Gue gak sudi tinggal bersama mereka di dunia gue ini karena tinggal bersama berarti mengalami suka dan duka bersama-sama. Gue paling membenci saat-saat dimana gue harus mengorbankan apa yang gue suka demi orang lain. Karena selama ini gue hidup di dunia gue sendiri, gak heran tidak ada yang betah jadi teman gue. Mungkin ada orang-orang yang selama ini tulus peduli sama gue namun ketika mereka datang gue beri mereka unwelcome warning. I guess, ini sudah waktunya bagi gue untuk merobohkan rumah gue itu beserta impian-impiannya dan mulai menjadi realistis. Sebelum gue mau merubah nasib gue, gue harus merubah nasib orang lain dulu. Sebelum gue mendapat teman, gue harus menemani orang lain dulu. Sebelum gue dimengerti orang lain, gue mesti mengerti mereka dulu. Sebelum gue mendapat perhatian mereka, gue harus memperhatikan mereka terlebih dahulu. Sebelum gue disukai orang lain, gue harus menyukai mereka terlebih dahulu. Sebelum gue mendapatkan kekasih, gue harus belajar mengasihi terlebih dahulu.
-
Kalau gue merangkai kata untuk menyimpulkan revolusi hidup gue ini akan seperti ini: Love is doing things that you don't like to the people that you don't like. Selfishness is doing the things you like without considering whether other people like it or not. You have to sacrifice yourself in order to love but you will sacifice others for selfishness. Doa gue agar semakin hari gue boleh semakin less selfish dan mulai mengasihi orang lain. Yesus adalah contoh ekspresi kasih yang diberikan oleh Abba, Bapa kepada dunia.
-
Gue jadi teringat sebuah kutipan yang pernah gue baca dari Eugene Peterson: Ada banyak orang yang datang kepada saya bertanya apa yang bisa mereka lakukan agar dapat lebih rohani. Saya jawab lupakan soal menjadi lebih rohani, apakah kamu mengasihi orang-orang di sekitarmu? Bagaimana dengan mengasihi istimu? mengasihi orang tuamu? Menjadi rohani bukanlah masalah emosi tapi lebih ke tindakan-tindakan kecil. Apa yang sudah kita lakukan bagi sesama kita manusia.
-
Mungkin ini sudah waktunya gue mengurangi kecanduan online gue dan mulai hidup di dunia nyata. Mungkin banyak yang sinis dan berkata kalo gue terlalu banyak berteori seperti sekarang ini di blog ini. Well, gue sengaja tulis ini disini sebagai reminder buat diri gue sendiri dan mungkin saja bisa jadi inspirasi bagi yang memiliki masalah yang sama seperti gue. Akhirnya, gue akan mulai perjalanan untuk menyukai diri gue dan akibatnya gue mulai pede memajang foto gue di blog ini. (Walaupun masih gak pede ama tampang dan penampilan gue seh).

13 comments:

Sunny Day said...

hai hai.. mo comment neh... Its a good start to love orang2 yang ada di sekeliling loe keik family loe, which is closest people in our life. Berdoa supaya Tuhan kembaliin kasih mula2 itu ke hati loe, biar hati lu full of passion n love. Maybe trip ke RS sekali2 akan bisa ngajarin sesuatu bahwa hidup itu anugrah. Badan yang sehat n lengkap gak kurang 1 apapun adalah His blessing and Grace. Itu yang mengajarkan g 1 bulan terakhir ini betapa hidup kita itu precious banget. Bisa melakukan banyak hal tanpa ada halangan apapun bener2 anugrah yang gak bisa kita lakukan kalo kita sakit n mati.

Fida Abbott said...

Syukur deh kalau sekarang Jed sudah menyadari bahwa kalau kita ingin orang lain melakukan sesuatu kepada kita, maka kita harus melakukannya terlebih dahulu kpd mereka. Enak nggak enak harus diterima dan ditindaki dgn meminta penyertaan serta pertolongan dan kekuatan-NYA pasti semua akan berjln sesuai kehendakNYA dan akan membuat jalan Jed lurus meski berkelok-kelok.

Aku juga punya hal seperti itu, tapi aku bisa menang krn aku kuat. Kenapa aku kuat?? Krn aku mengandalkan kekuatan dari Tuhan. Sehingga ujung-ujungnya Tuhan memenangkan anak-NYA krn anakitu berkenan kpd-NYA. Emang sih sulit banget menjalaninya dan nggak semudah ngomong atau teori tapi aku sudah belajar banyak. Ternyata menjadi anak-NYA itu berat loh harus benar-beanar pikul salip dan nggak hanya di bibir saja. Sampai-sampai kadang aku mikir, apakah orang yg rohani-pun bisa melakukannya sepertia pa yg aku hadapi waktu itu??? Ternyata jalan Tuhan itu luar biasa loh Jed. Dengan berjalannya waktu meski luamaaa sekali, kini benar-benar aku dibukakan mata bhw DIA benar-benar bertanggung jawab terhadap masa depan kita dgn catatan kita berkenan kpd-NYA dan menurut apa yg dikehendaki-NYA.

F from USA

irene said...

oke.. ini udah ke 3x nya gw nulis.. ilang mulu.

anyways, good grace ya, I'll remember you in my prayer. iya tuh, lo kebanyakan online emang.. hehehhe..

jangan rendah dirilah, kita berharga sekali loh dimata Tuhan. Itu harusnya jadi harga diri yang ngga bisa diambil oleh siapapun juga.. Psalm 139. God loves you,.. ngga tau deh berapa kali berulang-ulang disebut di bible.

tapi kalo emang ada yang kurang dan lo bisa koreksi diri dan bangun dari situ, thats really good.. that means you're growing. oke deh, all the best ya!

tiNe said...

better late then never

tiNe said...

i mean than* :D

better late than never!

PutRie said...

Nah skrg waktunya utk membuka diri,...

junegirl said...

This is for you, bro..

PSALM 139:14
I will praise You, for I am fearfully and wonderfully made;
Marvelous are Your works,
And that my soul knows very well.

naldo said...

jed, hahaa loe udah kaya engko2 jualan gorengan aja .. di ubah dikit dong penampilan, biar lebih muda dan eyecatching.
btw gue gak suka ah loe terlalu banyak excuse sama your past life. itu gak baek, maju terus bro, hingga engkau bisa menancapkan penismu di sebuah vagina .. hahahaha who`s that lucky girl ? u la la , some pussy cat? :p~. ttp semangat broo. gbu

Fida Abbott said...

Jed, aku nulis ttg Barack Obama di Blog-ku. Kalau Jed interest, visit ya dan kasih comment.

Met beraktifitas.
Fida

Si Jagoan Makan said...

wah ada penampakan si Jed. Kirain si Jed, tuh dah bangkotan, bak wortel tanpa daun (botak gityu maksudnya), ternyata mbleseett habizzz...(habis tulisannya dewasa banget).Duh,jangan nggak pede gitu dong.Cherr up please..!!

eh fotonya kayak maling ayam ketangkep seh? penampakan samping ama depan..he.he

Ancilla said...

yuhu.. saya baru jalan-jalan lagi...

masa lalu memang membentuk kita kok. itu benar dan aku percaya banget. dan masa depan bukan kita yang menentukan...
jadi satu-satunya yang kita miliki adalah kesempatan untuk bertindak di masa kini....

dan saya percaya banget bahwa tidak ada suatu hal yang benar-benar kebetulan. everything happens for reason...

smuanya itu membentuk kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi... dan ini tak akan pernah berakhir kok... kita semua pasti proses terus menerus....

jangan menyerah ya :)

Anonymous said...

Kamu mencerahkan hariku :D

~~Devita~~ said...

selamattt!!!!!! wah yang lain komen nya panjang2 amat yah? wakkakak biarin ah, yang penting selamat yah udah berubah :D

Post a Comment