12 February 2007

Pelajaran Cinta Dari Little Manhattan

Film yang gue rekomendasikan untuk ditonton baik oleh para pasangan dan jombloers pada Valentine tahun ini adalah Little Manhattan produksi 2005. Coba cari aja filmnya baik itu ori, bajakan, pinjeman, curian, whatever, pokoknya you guys harus nonton ini film. Sudah beberapa orang di sekitar gue yang gue bujuk untuk nonton film ini dan mereka semua sangat mengacungkan jempol untuk film ini. Film ini bisa ditonton segala usia, ber-genre komedi romantis, dan memberikan sebuah pelajaran beharga soal hubungan seperti halnya Jerry Maguire punya Tom Cruise dan Hitch punya Will Smith. Gue nonton film ini Desember lalu, namun semakin gue merenungkan film ini, semakin banyak pelajaran yang bisa gue petik.

Film ini bercerita tentang seorang bocah laki-laki berumur 10 tahun bernama Gabe yang terobesesi menjadi kicker terbaik dalam football dibawah training ayahnya yang merupakan seorang pelatih football. Karena obsesi inilah maka Gabe mendaftar di kelas karate untuk belajar lebih lagi soal tendang-menendang. Di kelas ini Gabe tidak mengenal siapapun kecuali Rosemary Telesco, teman sekolahnya sejak TK. Keakraban yang mereka bangun di kelas Karate, berlajut dengan seringnya mereka latihan bareng di rumah Gabe membuat mereka menjadi semakin dekat dan faktor pubersitas Gabe membuat dia jatuh hati pada Rosemary. Mereka bahkan pernah mengadakan perjalanan jauh bersama demi mencarikan apartemen baru buat ayah Gabe. Intinya, Rosemary sangat memikat hati Gabe dan bukan itu saja dia menunjukkan semua tanda kalo dia juga menyukai Gabe. Dalam sebuah konser dimana Gabe menemani Rosemary yang pergi bersama orangtuanya, bahkan Gabe berhasil menggenggam tangan Rosemary dan Rosemary tidak merasa risih. Sepulang konser Gabe malah mendaratkan ciumannya kepada Rosemary yang pulang dengan merasa kebingungan. Gabe berpikir Rosemary pasti mencintainya. Namun Gabe mulai merasakan cemburu ketika Rosemary mendapat sparing partner baru dalam kelas Karate dan Rosemary juga menunjukkan tanda ketertarikan pada pria tersebut. Gabe menjadi sangat marah dan membanting telpon dengan mengucapkan, “I Hate You” kepada Rosemary yang akhirnya juga merasa kecewa karena Gabe membencinya. Adegan penghujung film ini sangat menyentuh. Gabe menghampiri Rosemary disebuah pernikahan dimana Rosemary menjadi flower girl. Gabe akhirnya menyatakan cintanya kepada Rosemary dimana akhirnya jelas bahwa Rosemary tidak memiliki perasaan yang sama. Dia menganggap Gabe sebagai seorang sahabat tapi tidak memiliki perasaan cinta kepada Gabe. “Mungkin anak cowok lebih dahulu dewasa dibanding anak cewek,” kata Rosemary kepada Gabe. Film ditutup dengan ketidakjelasan hubungan mereka, namun tampaknya kisah cinta mereka tidak berlanjut dan masing-masing melanjutkan hidupnya.

Perasaan cinta sungguh berbahaya. Perasaan ini memang bisa membuat seseorang ekstasis dan terbang ke bulan. Namun perasaan yang sama ini akan menimbulkan depresi berlebihan ketika harus menghadapi kenyataan kalau cinta kita bertepuk sebelah tangan. Setiap kita punya bayangan akan tipe ideal kekasih yang ingin kita miliki dan lewat kriteria tersebut kita mengagumi beberapa orang yang kita anggap menarik. Ketika orang tersebut berjalan mendekat kepada kita atau kesempatan-kesempatan membuat kita menjadi semakin dekat dan semakin mengenal, timbulah harapan-harapan cinta yang akhirnya kita kenali sebagai perasaan kasmaran. Seringkali si doi yang sebenarnya tidak punya motivasi apa-apa selain menjalin persahabatan akan bersikap ramah kepada kita dan keramahan itu seringkali kita anggap sebagai tanda kalo si doi juga tertarik pada kita. Kita bahkan bisa melakukan hal-hal bodoh, yang tidak sewajarnya kita lakukan (Gue inget pernah memberikan donasi 5000 kepada seorang anak peminta-minta ketika sedang bersama gebetan zaman dulu gue hanya demi menunjukkan kalo gue orang baik), dan segala hal-hal aneh lainnya hanya untuk membuat doi terkesan. Ketika usaha kita membuat doi terkesan sudah melewati batas kewajaran, yang terjadi ialah doi bergerak semakin menjauh dari kita karena merasa akan ditangkap (lalu dimangsa –dibunuh kehidupan bebasnya- atau dijadikan pajangan –untuk memuakan nafsu si pemburu akan pembuktian kalau dia menarik-). Pengalaman ditolak inilah yang seringkali menimbulkan sakit hati berkepanjangan dan merusak self-esteem kita karena sebagian besar dari kita mencari pasangan hanya untuk menunjukkan kepada dunia kalau kita adalah orang yang menarik dan peristiwa penolakan seolah-olah menunjukkan kalau kita tidak menarik.

Bagi orang-orang dengan krisis diri seperti gue, tidak ada yang lebih ditakutkan selain penolakan. Setiap penolakan sepertinya semakin membuktikan kalau diri gue tidak menarik. Ada bahkan beberapa orang yang menolak untuk jatuh cinta atau merasakan kasmaran lagi karena takut akan kemungkinan ditolak tersebut. Beberapa orang mungkin seperti gue yang takut untuk mengekspresikan cinta kepada seseorang sebelum ada tanda-tanda kalau dia juga suka karena rasa takut akan kemungkinan ditolak tersebut. Perhatikan bahwa ditolak itu cuma kemungkinan dan sisi lain dari mata koin sebenarnya ditulis ‘diterima’. Sama juga seperti gue, ada banyak orang di luar sana yang sering merasa ke-ge’er-an kalo ada lawan jenis menunjukkan tanda-tanda perhatian khusus dan menganggapnya sebagai ‘dia suka gue juga’. Padahal mungkin sebenarnya orang itu cuma berusaha menunjukkan keramahan kepada kita. Kita yang bereaksi berlebihan malah akan membuat dia lari menjauh karena baginya kita tidak lain adalah seorang teroris dan monster cinta. Kita lalu bertanya-tanya apa yang salah dengan saya, merasa bersalah, menghukum diri sendiri, dan bertanya-tanya apa yang salah dengan perasaan saya.

Gue berhutang banyak kepada psikolog kenamaan Chuck Spezzano, Ph.D. yang menunjukkan kepada gue sinar terang dalam masalah ini. Dia berkata, “When it hurts, it is not love.” Yang menimbulkan semua persaan kecewa, ngarep, despret, geer, guilty, sakit ati, dan semua efek negatif dari kasmaran adalah karena kita tidak benar-benar sedang mencintai seseorang. Yang kita punya adalah Need dan kita berharap agar Need itu dipenuhi oleh gebetan kita. Need akan menghasilkan fantasi dan ekspektasi atau harapan yang berlebihan yang ketika itu tidak dipenuhi maka akan menimbulkan sakit hati. Masalahnya setiap orang adalah manusia bebas yang memilih sendiri jalan hidupnya termasuk siapa yang disukainya. Memaksakan seseorang masuk dalam skenario fantasi dan ekspektasi kita malah akan membuat dia merasa terkekang dan kabur ketakutan. Jadi yang mesti diselesaikan lebih dahulu adalah Need kita itu, misal kebutuhan untuk diakui, dianggap, diperhatikan, disayangi, dipedulikan, dsb. Ketika kita bisa mandiri dan tidak lagi memiliki Need, maka kita akan berubah menjadi pecinta sejati yang selalu memberi tanpa mengharap balas karena pengaharapan itu sendiri adalah ekspektasi yang berlebihan. Kita harus memberi tanpa keinginan untuk mengambil. Kita harus melepaskan pengampunan kepada orang-orang disekitar kita dan mulai menjalani hidup dengan easy-going. Entah kenapa setelah kita berhasil menjalani tahapan-tahapan menuju kesembuhan, dunia menjadi semakin indah dan memberikan rahmat kepada kita. We have to accept everything but don’t expect anything.

Ini sebuah mantra ampuh yang gue tulis bagi kalian-kalian yang mendambakan pasangan. Harus dibaca berulang-ulang dalam sehari terutama setiap kali kita merasa down. Gue sudah mempraktekkannya dan menunjukkan hasil yang bagus demikian juga beberapa teman yang sudah mencoba. Ucapkan terutama ketika sebelum tidur dan sesudah bangun untuk memprogram alam bawah sadar kita. Alhasil kita akan menjadi pribadi bahagia yang mandiri dan menarik bagi orang-orang disekitar kita. Ini versi Indonesianya:

Saya orang yang bahagia dan puas dengan hidup saya.
Saya punya tujuan dan saya akan fokus berjalan ke tujuan.
Saya menyukai kehidupan ini dan berbagi dengan orang lain.
Saya tidak membutuhkan kekasih sama sekali tetapi saya tidak menolak kehadiran seorang kekasih.
Saya menerima segala sesuatu dan tidak berharap apa-apa.
Saya memperhatikan tanpa menuntut diperhatikan.
Saya disukai oleh para lawan jenis.
Kekasih sejatiku sedang mendekat kepadaku.
Saya cukup menanti dan tidak berbuat apa-apa selain menyambutnya dalam hidup saya.
Saya menutup pintu masa lalu, membuka pintu masa kini, dan bejalan menuju pintu masa depan.

Bagi yang sudah mencoba mantra diatas tolong kirimkan testimoni ke email Jed di jed@revolutia.org

9 comments:

crushdew said...

cinta?

eva said...

wew.. little manhattan bagus pow?
hehehehe.. udah liad di tempat rental, tapi masih mikir mikir mo dipinjam apa gak.. makasiyh atas referensinya pak :)

Fida Abbott said...

Belum ngelihat filmnya. Ntar kalau udah nonton, aku akan kasih komentar utk film ini.

freccia said...

thanks Jed for your comments. don't worry I know what you meant kok :)

gaussac said...

mantra mengajarkan kita untuk berpositif thinking. saya pernah baca mantra2 ini tapi beda versi, tapi intinya untuk berpositif thinking tadi.

Ancilla said...

yah intinya, penerimaan dan pengenalan diri, diikuti dengan sikap positif...

bila kita merasa kita tidak layak dicintai, lantas bagaimana mungkin kita "menebarkan pesona"?

pyuriko said...

Hai Jed,... makasih utk referensinya.

Anonymous said...

Film yg keren bgt n lucu. Adegan2na bner2 nyentuh hati,he2,,

Q plg suka sesi first kissna gabe, stelah tu dia mikir pa ciuman td tu dh bner, trll keras, dll,,

Tp sedih jg tryt cintana ga ksampaian, tp plg ga ortuna rukun lg.

Nice movie, I Love it so much,,

OliphDhian said...

I love This Movie..
Sama Aku maksa-maksa teman, sodara dan kenalan, buat nonton film yang satu ini, sumpah filmnya keren.. Rating saya 9.5/10 walaupun di IMDB cuman dapat 7.6/10, tapi tetap saja saya kasih nilai 9.5..hehe

Post a Comment