12 June 2007

The Old Man And The Party



Lagi coba-coba nulis narasi dengan pesan sponsor neh. Enjoy it and kasih komen ya -JED

***Kisah berikut ini hanya imajinasi penulis belaka***

Saya ada di sebuah pesta pernikahan teman saya, Bobby, yang berlangsung di Bandung. Bobby adalah sahabat baik saya masa masih sekolah dulu dan karena kedekatan kami maka saya memutuskan untuk hadir di pesta pernikahannya, meski dilaksanakan di luar kota. Kami berpisah karena Bobby memilih kuliah di Bandung, di perguruan tinggi impiannya, yakni ITB, sedang saya melanjutkan kuliah di kota kelahiran saya. Seingat saya, Bobby tidak mempunyai banyak teman, dan mungkin hanya saya saja teman masa sekolah yang diundang ke pestanya. Sebenarnya, saya amat merasa tidak nyaman ada di pesta tersebut karena saya tidak kenal siapapun di sana kecuali Bobby. Saya tidak mungkin bercengkerama dengannya karena dia adalah sang pengantin, yang tentunya menjadi pusat perhatian di acara tersebut.

Begitu datang, saya langsung mengambil makanan dan duduk di kursi. Saya kemudian duduk-duduk sambil mendengarkan suara wedding singer yang lumayan bagus dan menunggu pestanya usai sehingga saya bisa memberikan ucapan selamat secara langsung kepada Bobby dan langsung pulang. Namun 10 menit di sana serasa seperti sudah menunggu 10 jam lamanya. “Benar-benar membosankan,” pikir saya.

Mata saya melirik ke arah seorang wanita cantik yang kebetulan ada di pesta itu. Selain cantik, dia juga mengenakan gaun yang sangat indah, membuat dia menjadi malaikat penghibur saya hari itu. Saya memperhatikan dia terus sambil mengagumi kecantikannya dalam hati saya. Wanita itu datang dengan dua orang teman sesama wanitanya. “Mungkin saja dia masih sendiri,” gumam saya. “Seusai pesta nanti akan saya tanya Bobby, apakah dia mengenal wanita itu. Siapa tahu saya bisa berkenalan dengannya.”

Tiba-tiba, wanita itu didekati oleh seorang pria yang tampak sangat percaya diri. Pria itu menyapanya dan mereka lalu berbincang-bincang dengan sangat akrab. Kedua teman wanita tadi ternyata menyingkir dan ngobrol berduaan. “Wah, pasti pria itu pacar wanita tersebut,” ucapku dengan nada pelan. “Salah, mas. Pria itu baru pertama kali bertemu dengan wanita itu hari ini,” kata sebuah suara.

Lalu saya memalingkan wajah saya untuk melihat siapa yang mengajak saya berbicara tadi. Ternyata ada seorang laki-laki berumur sekitar 50-an tahun duduk persis di sebelah saya. “Kenalkan, nama saya Frans. Saya supir pribadi pemuda yang anda perhatikan tadi. Nama pemuda itu adalah Roy. Sebagai seseorang yang menemani Roy setiap hari, saya berani jamin jika ini kali pertama dia bertemu wanita cantik yang sedang berbincang dengannya saat ini”

“Oh, bapak Frans memperhatikan saya dari tadi toh. Oh ya, nama saya Samuel. Saya tinggal di Tanggerang. Saya seorang akuntan. Saya kesini karena saya teman lama dari Bobby, cuma ini kali pertama saya ke Bandung, saya tidak kenal siapa-siapa di sini.”

“Roy juga bukan orang sini koq. Dia tinggal di Bogor. Dia teman lama Susi yang menikah dengan Bobby. Itu sebabnya dia datang ke pesta ini.”

“Oh ya? Sepertinya Roy orangnya PeDe ya. Bisa langsung mendekati wanita cantik dan mengajak kenalan. Pasti dia kerja di bidang marketing atau dia pasti seorang wartawan.”

“Hahaha. Roy itu seorang ilmuan Kimia. Kenapa? Kamu heran ya kenapa dia bisa cepat akrab dengan wanita tersebut? Saya kasih tahu sebuah rahasia, dia itu aslinya kuper abis. Dia terlalu sibuk dengan penelitiannya sehingga dia nyaris tidak punya teman. Dia memang seorang ilmuan sukses dan mendapatkan banyak uang dari paten hasil penemuannya, cuma dia tidak pandai bergaul. Tapi itu Roy yang dulu. Sekarang dia sudah berubah total. Terutama sejak dia punya saya sebagai supir pribadinya.”

“Wah, hebat tuh! Apa yang bapak ajarkan ke dia sehingga dia bisa jadi gaul seperti sekarang?” saya tambah penasaran saja.

“Roy sudah saya anggap anak saya sendiri. Orangtuanya sudah meninggal dan dia tidak punya saudara kandung. Oleh karena itu saya berikan ke dia pelajaran beharga tentang kehidupan. Syukurlah dia mau mendengar dan berubah.”

“Wah, jangan-jangan bapak ajarkan dia ilmu pelet ya?” celetuk saya.

“Tidak sama sekali. Saya membuat banyak kesalahan di masa lalu saya, saya belajar dari itu, lalu saya bagikan ke kalian yang masih muda-muda agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang saya buat selama ini.”

“Apa itu? Ajari saya juga donk.”

“Simpel sih. Belajar bergaul. Saya ini nyaris jadi perjaka lapuk. Saya baru menyadari kesalahan saya di saat saya berusia 40 tahun. Pada saat itu, bisa dibilang segalanya sudah terlambat. Namun saya memutuskan untuk berubah, dan akhirnya berhasil berkeluarga. Namun saya menyesal mengapa saya tidak menyadari kesalahan saya di saat saya masih muda dulu.”

Saya terus memperhatikan ucapan si pak tua dengan rasa ingin tahu yang besar sambil sesekali melirik ke arah Roy dengan teman wanita barunya yang semakin akrab dan mesra saja kelihatannya.

“Waktu saya muda dulu saya orangnya sangat pemalu. Saya hanya kenal beberapa orang. Saya laki-laki normal, tentunya saya jatuh cinta kepada gadis-gadis cantik. Tapi apa daya, saya tidak pernah berani mendekati mereka, paling hanya suit-suit, ngegodain, atau sebatas mengagumi. Saya merasa rendah diri karena saya bukan orang kaya. Akibatnya ketika saya ada di depan gadis cantik, maka semua percaya diri saya melumer, saya jadi chicken out dan bersembunyi.”

“Wah, bapak ini jago juga ya berbahasa Inggris. Saya seperti bapak tuh, saya cuma sebatas mampu mengagumi wanita cantik.”

“Ya saya memang jago bahasa Inggris karena dulu pernah jadi supir pribadi expatriat di Jakarta. Si Bule ngajarin saya banyak hal, bahasa Inggris salah satunya. Dia juga mengajari saya untuk berani bergaul.”

“Oh, itu yang menjadi titik balik dari hidup bapak Frans ya?”

“Sebenarnya mata saya mulai terbuka ketika bertemu dengan Pujo, teman sekolah saya dulu. Karena sudah 20 tahun tidak bertemu, saya sangat senang sekali bisa bertemu dia lagi di Jakarta. Dia bekerja sebagai supir bajaj, artinya standar hidup saya masih lebih baik, karena saya bekerja sebagai supir pribadi orang kaya. Ketika saya main ke rumahnya dia, alangkah terkejutnya saya ketika mengetahui dia sudah punya 3 anak dan yang paling mengejutkan ialah dia menikah dengan Lastri, wanita pujaan saya dulu.”

“Lho koq bisa?” tanya saya.

“Ya saya juga heran. Lastri dulu adalah kembang kampung. Dia punya banyak penggemar. Sekarang pun Lastri masih cantik dan dia bekerja di sebuah salon kecantikan untuk membantu Pujo mencari nafkah keluarga. Pada saat itu, saya langsung menarik Pujo keluar, dan bertanya dengan serius kepadanya kenapa dia bisa mendapatkan Lastri. Pujo dengan simpel menjawab bahwa mendapatkan Lastri juga perlu nyali dan usaha besar. Dia menyalahkan saya yang menurutnya lebih punya modal karena tidak berani menyatakan cinta ke Lastri dulu. Pujo malah bilang kalau sebenarnya Lastri juga menyimpan perasaan buat saya, cuma karena saya tidak mengambil langkah, maka Lastri mengubur perasaannya dalam-dalam.”

Frans melanjutkan, “Bisa dibilang waktu itu saya merasa lebih beruntung dari Pujo dalam hal keuangan, namun dalam hal wanita, saya kalah telak. Saya sudah umur kepala empat dan belum pernah berpacaran sekalipun. Saya lalu curhat ke bos bule saya dan dia dengan senang hati memberikan saya beberapa pelajaran beharga. Saya lalu memutuskan untuk berubah dan akhirnya menemukan jodoh saya walau sudah sedikit terlambat. Saya melihat Roy seperti saya dulu pada masa muda. Modal ada cuma keberanian nol besar. Makanya saya ajarkan kepada Roy pelajaran beharga ini. Sekarang Roy sudah bertunangan dengan seorang model terkenal Indonesia yang saat ini sedang terikat kontrak dengan sebuah rumah mode di Paris. Tapi kebiasaan berani bergaulnya tetap dipelihara. Itu sebabnya dia bisa mendapat perhatian dari wanita cantik itu.”

“Jadi bagaimana caranya saya bisa mendapatkan wanita cantik sebagai kekasih saya, seperti halnya Roy?” tanya saya.

“Pelajaran yang sangat sederhana. Tidak ada orang yang mau berpacaran dengan orang yang tidak dikenalnya. Kalau you mau punya pacar cantik, maka you harus punya banyak kenalan wanita cantik. Katakanlah lingkaran sosial kamu yang sekarang disebut lingkaran Samuel. Maka bisa dipastikan kamu hanya akan berpacaran dengan orang-orang yang kamu kenal di lingkaran tersebut. Kamu tidak mungkin bisa berpacaran dengan Nadine Candrawinata bila dia tidak kenal kamu khan. Nah, ada berapa wanita cantik yang kamu punya di lingkaran kamu?” tanya Frans serius.

“Umm, paling-paling cuma lima orang dan itu pun semua sudah punya pacar masing-masing.”

“Nah, makanya kamu harus memperbesar lingkaran kamu dengan menambah teman-teman baru sebanyak mungkin. Semakin banyak orang yang kenal dan akrab dengan kamu, semakin besar kemungkinan kamu mendapat banyak pilihan yang lebih baik.”

“Iya ya, benar juga. Cuma saya bukan tipe orang yang biasa ngajak berkenalan seperti Roy. Apalagi dengan wanita cantik. I’ll get cold feet. Saya ini orangnya pemalu.”

Frans langsung memotong, “Masalah kamu jadi intinya apa? Kurang percaya diri khan? Itu yang dialami banyak lelaki pemalu seperti kamu, saya, dan Roy. Apalagi jika bertemu wanita cantik, anda langsung minder duluan, akibatnya anda tidak akan pernah mendapat wanita impianmu dan cuma bisa bermimpi siang bolong saja. Satu hal penting yang kamu mesti ingat: ‘wanita cantik juga manusia’. Mereka tidak gigit koq. Mereka bukan monster. Mereka juga punya keinginan dan perasaan. Jika kamu merasa diri tidak layak dan memandang rendah diri kamu sendiri, maka orang lain juga akan memandang kamu demikian, termasuk juga para wanita cantik. Kalau kamu datang dengan percaya diri penuh dan melihat diri kamu sendiri sebagai orang yang layak dicintai dan dikagumi, maka orang juga akan memandangmu demikian. Jangan takut ditolak karena semua orang juga takut ditolak. Wanita cantik juga takut ditolak oleh karena itu kamu tidak bisa mengharapkan mereka yang ambil first move. Ingat sekali lagi, bahwa mereka juga manusia, yang membedakan cuma tampilan luarnya saja. Dalamnya mah sama saja dengan wanita lain. Oleh karena itu belajarlah menjadi nyaman dengan diri kamu sendiri maka orang lain juga akan nyaman ada didekatmu.”

“Duh, mata saya baru terbuka hari ini. Setelah saya pikir-pikir mungkin juga jika saya banyak-banyak bergaul dengan wanita cantik, meski sebagai teman biasa, maka percaya diri saya akan bertambah dengan sendirinya, sehingga saya tidak lagi merasa risih dan chicken out saat saya mau pedekate dengan wanita idaman saya. Benar demikian Pak Frans?”

Now you get my point!” jawab Frans.

Saya asyik dengan Frans sehingga tanpa sadar di dekat kami sudah berdiri Roy dan wanita cantik itu di sebelahnya. Roy memanggil Frans, “Pak Frans, kenalkan ini Rosa, gadis asli Bandung nih. Tadi saya minta ditemani jalan-jalan di sekitar Bandung. Rosa sudah bersedia menjadi guide kita. Saatnya kita pergi.”

Frans langsung bangun sesuai perintah majikannya dan dia pun pamit sambil mengedipkan mata ke saya. Saya belajar banyak pelajaran beharga hari itu. Mata saya pun melihat ada wanita cantik lain yang sedang mencicipi puding sendirian. Saya pun langsung bangun dari kursi saya dan berjalan ke arah dia. Selanjutnya? Anda bisa tebak sendiri deh.

12 comments:

Fida Abbott said...

Kakak,kakak.kaka......
Wah lucu nih cerpennya. Sampai kepingkel-pingkel nih.
Nggak mau nebak, maunya Jed aja yang jadi pelaku utamanya, hua,ha... Ntar berbagi cerita lagi ya....Bersambung gitu loh. Biar seru!!!

Jangan lupa visit Blog-ku ada kuis berhadiah !!!! Ikutan ya, for fun !!!

Dari Ibunya anak-anak.

crushdew said...

ujung-ujungnya...

[H][A][R][R][I][S] said...

hhehe.... ga kecewa baca panjang2.
Well done.

Tiwi said...

Terus...terus...disamperin mau diapain tuh cewe? *bloon mode on*...

met wiken Jed.

William said...

hahahahahaha .. percaya diri ya!

karina said...

selanjutnya...anda pasti ikut2an ngambil puding ya? heheheheee

Anonymous said...

mmmm ini bisa jadi iklan HSEW :D
AJ

tessa said...

Lemme guess...
you get another cold feet, right?
LOL
tips dari sesama penulis, metode menggurui dari tulisan is soooo yesterday, upgrade dong :)

Boston said...

Hmm, baru tau strategi dari komunitas kecil(teman wanita yang ada) ke komunitas besar..bisa diterapkan disini
Koq sama dengan mencari pelanggan besar, dengan menarik pelanggan kecil yach?
good..ntar kalo gw berhasil jadi playboy..ta'k kabari yoo.. :)

********Icha******** said...

keren... lanjutannya gimana jed??? penasaran.com

marbunpol said...

makasih ya Jed... sungguh menginspirasi buat saya supaya tambah pede.. :)

Anonymous said...

Draggy... gak jed bingits. :(

Post a Comment