24 February 2008

Beda Bereaksi Dengan Merespons


Gue rasa salah satu tanda kedewasaan ialah dengan kecenderungan untuk merespon sebuah situasi dibanding bereaksi. Mereka yang tidak dewasa lebih cenderung untuk bertindak tanpa berpikir yang gue sebut di sini sebagai bereaksi.

Apa itu bereaksi? Misalkan anda bertemu dengan seseorang yang sangat abusif, manipulatif, dan premanistik sehingga selalu memaksakan keinginannya untuk dilaksanakan. Dia tiba-tiba datang ke anda dan membentak-bentak sambil mengancam anda agar anda mau melakukan apa yang dia mau. Seseorang yang reaktif akan bertindak seperti salah satu dibawah ini:
  • Tersulut emosinya dan ikut marah-marah juga
  • Ketakutan dan buru-buru melaksanakan apa yang diperintahkan
  • Menangis, menangis, dan menangis. Menyalahkan diri sendiri.
  • Ketakutan lalu mengancam orang lain lagi (transfer perilaku)
  • Dan segala reaksi lain yang dibuat dengan tanpa berpikir
Contoh kejadian lain: Seseorang menelpon anda memberitahu bahwa pasangan anda berselingkuh. Seseorang yang reaktif akan:
  • Menelpon pasangannya seketika juga dan menyerang dia dengan tuduhan-tuduhan.
  • Menangis, menangis, dan menangis. Menyalahkan diri sendiri.
  • Melarikan diri supaya pasangan anda tidak bisa menghubungi anda.
  • Meminta putus atau cerai seketika juga.
  • Dan segala reaksi lain yang dibuat tanpa berpikir.
Jadi bereaksi bicara melakukan sesuatu atas dasar kepanikan. Anda tidaklah menguasai situasi yang ada (tidak megang) namun malah terbawa arus dan akhirnya mengikuti permainan yang dimulai oleh orang lain.

Merespons itu berbeda dengan bereaksi. Seseorang yang merespons tidak mau bertindak gegabah atas dasar kepanikan jadi dia akan tetap berkepala dingin dan memegang kendali atas dirinya dalam segala sesuatu. Ketika kasus 1 dan 2 terjadi pada dirinya, dia akan tenang dulu, tidak bereaksi secara tiba-tiba dan mulai berpikir apa yang sebaiknya dilakukan. Ketika dia merespons, dia akan tetap bisa mengendalikan emosinya dan berpikir dengan akal sehat dan kepala dingin.

Ketika kita dihadapkan pada segala situasi, kita perlu tetap memegang kendali dan tidak membiarkan diri kita dikendalikan oleh orang lain atau oleh situasi tertentu. Mereka yang tetap tenang tentunya akan lebih bisa keluar dari masalah dibanding mereka yang gampang terpengaruh. So, lain kali, coba berusaha untuk keep it cool ketika sesuatu terjadi dan tidak bertindak gegabah atas dasar kepanikan dan mulai membaca situasi untuk tahu apa yang seharusnya dilakukan.

Jangan langsung bereaksi, ambil nafas dulu, izinkan diri anda tenang sebelum anda memutuskan apa yang akan anda lakukan. Apapun itu pastikan bahwa emosi anda dalam keadaan stabil.

3 comments:

Ancilla said...

susah loh jed...
emosi suka tidak logis :p

M. R. Indrasari said...

Maunya sih selalu bisa merespon dengan baik. Tdk sedikit2 reaktif. Perlu sedikit kesabaran dan usaha melatih diri juga.

Btw, apa kabar, Jed? ;-)

xero said...

pokoknya jangan keburu mikir negatip! hehehehe
para cewe tuh biasanya yg cepet ngomel2 tanpa mikir :P

Post a Comment