12 February 2008

Romance For Dummies


Udah deket V-Day, jadi pengen nulis soal cinta neh, terutama bagi para lonely hearts di luar sana yang semakin tegang menjelang V-Day. Jangan kawatir bro n sis, i can feel you. Been there, done that. Gue sendiri bukanlah pakar dalam hal ini, cuma gue belajar dari kesalahan-kesalahan gue selama ini so gue mao share beberapa agar elo bisa mengambil hikmah.

Pertama gue akan mulai dengan membahas soal ketertarikan terlebih dahulu. Gue dah sempet jelasin ini di dalam tulisan gue yang berjudul Laws of Attraction, so better u baca itu dulu. Ketertarikan si doi dimulai dari bagaimana anda menampilkan diri anda terlebih dahulu. Tidak ada orang yang tertarik dengan orang yang begging for love. Setiap kali kita bertemu pengemis di jalanan, tentunya ada perasaan jijik yang kita rasakan meski itu cuma sedikit, demikian juga dengan semua love beggars di luar sana.

Untuk itu adalah penting untuk punya percaya diri terlebih dahulu. Orang yang percaya diri adalah orang yang menarik sedang tidak ada hal yang menarik dari mereka yang memandang rendah diri mereka sendiri. Elo mesti mulai dengan menganggap diri elo sendiri sebagai The Hero dan bukan The Loser. Mulailah dengan memiliki Positive Outlook pada diri elo sendiri. Elo jelek kalo elo pikir elo jelek dan elo menarik selama elo pikir diri elo menarik.

Penting juga untuk belajar Social Skills. Banyak orang di luar sana yang menganggap remeh masalah belajar bergaul sehingga sudah hampir pasti mereka gagal dalam memulai hubungan. Gue pernah bilang, if i can turn back time, gue akan memilih untuk menjadi sociable sejak masa-masa awal hidup gue. Intinya seh belajar how to not be afraid of people dan overcoming your fear. Gue pernah simpulkan hal ini dalam sebuah kisah fiktif dalam imajinasi gue yang berjudul "The Old Man & The Party".

Jadi itu semua dimulai dari be postive about yourself and about other people. Jangan pernah menyalahkan siapapun atas gagalnya elo memulai hubungan, apalagi menyalahkan Tuhan segala. Jika elo gagal, itu berarti anda perlu berubah. Jika elo bersikap positif terhadap diri elo sendiri, elo akan membuat diri elo tampil semenarik mungkin dalam segala segi dan anda akan lebih cenderung menilai secara positif orang lain. Gue berhutang budi pada Dewi yang pernah komen gene di salah satu post gue, yang gue pikir adalah statement yang bagus: "Saya pikir kita mampu mencintai klo kita melengkapi diri kita lebih dulu. jadi sesuatu / seseorang tersebut adalah bonus, bukan pelengkap, sehingga yg kita lakukan adalah memberi, bukan meminta untuk dilengkapi."

Bicara soal hubungan juga bicara soal realitas dan bukan bayangan. Banyak orang sibuk hanya membayangkan dalam fantasi mereka tanpa pernah mau engage secara real time in the real life. Gue kutip neh salah satu tulisan yang pernah gue kutip persis setahun yang lalu, tanggal 12 Febuari 2007 di tulisan berjudul "Pelajaran Cinta Dari Little Manhattan":
"Gue berhutang banyak kepada psikolog kenamaan Chuck Spezzano, Ph.D. yang menunjukkan kepada gue sinar terang dalam masalah ini. Dia berkata, “When it hurts, it is not love.” Yang menimbulkan semua persaan kecewa, ngarep, despret, geer, guilty, sakit ati, dan semua efek negatif dari kasmaran adalah karena kita tidak benar-benar sedang mencintai seseorang. Yang kita punya adalah Need dan kita berharap agar Need itu dipenuhi oleh gebetan kita. Need akan menghasilkan fantasi dan ekspektasi atau harapan yang berlebihan yang ketika itu tidak dipenuhi maka akan menimbulkan sakit hati. Masalahnya setiap orang adalah manusia bebas yang memilih sendiri jalan hidupnya termasuk siapa yang disukainya. Memaksakan seseorang masuk dalam skenario fantasi dan ekspektasi kita malah akan membuat dia merasa terkekang dan kabur ketakutan. Jadi yang mesti diselesaikan lebih dahulu adalah Need kita itu, misal kebutuhan untuk diakui, dianggap, diperhatikan, disayangi, dipedulikan, dsb. Ketika kita bisa mandiri dan tidak lagi memiliki Need, maka kita akan berubah menjadi pecinta sejati yang selalu memberi tanpa mengharap balas karena pengaharapan itu sendiri adalah ekspektasi yang berlebihan. Kita harus memberi tanpa keinginan untuk mengambil. Kita harus melepaskan pengampunan kepada orang-orang disekitar kita dan mulai menjalani hidup dengan easy-going. Entah kenapa setelah kita berhasil menjalani tahapan-tahapan menuju kesembuhan, dunia menjadi semakin indah dan memberikan rahmat kepada kita. We have to accept everything but don’t expect anything."
Baca lebih lanjut: Jed on Relationship (Part 1) & Jed On Relationship (Part 2)

4 comments:

Jevuska said...

"We have to accept everything but don’t expect anything."

I like this one quote, dalem.... :)

iko said...

Ingin menjadi seperti apa diri ini, hanya kitalah yang menentukannya....


Hubungan akan manis jika masing2 memiliki tanggungjawab dan menaruh rasa hormat sebagai landasannya.

Buat yang sedang menjalin hubungan, semoga langgeng... ^_^

Happy V'Day

Hans said...

"Tidak ada orang yang tertarik dengan orang yang begging for love."

This statement ie very strongly true!!!!

tintabiru said...

Jarang ada orang yang bisa berpikir jernih kalo 'cinta' sudah menutup matanya terhadap realita..

Post a Comment