26 January 2014

Aplikasi Skout: Chatting a la MIRC di Era Smartphone

Pengguna smartphone sepertinya harus membiasakan diri untuk install berbagai macam aplikasi chatting di gadget mereka. Selain ada BBM, Whatsapp, Line, WeChat, KakaoTalk, dan Facebook Messenger, ada lagi penantang menarik bernama Skout. Jumlah pengguna Skout di Indonesia telah cukup banyak dan diperkirakan akan terus meningkat karena menawarkan fitur yang berbeda dari para pesaingnya. Jika aplikasi chatting lain berfokus pada chatting dengan orang yang sudah kita kenal, Skout justru sebaliknya berfokus pada chatting dengan orang yang belum kita kenal. Skout adalah aplikasi yang cocok buat kamu-kamu yang ingin mendapatkan banyak kenalan baru dengan cepat. Mungkin paling pas jika membandingkan Skout dengan MIRC dari zaman purbakala internet, dimana chatters masuk ke sebuah ruangan dan berusaha mencari teman baru sebanyak-banyaknya dan biasanya berakhir dengan tukeran nomor HP. Nah polanya mirip namun dilaksanakan di era smartphone seperti sekarang sehingga ada banyak modifikasi yang lebih canggih tentunya.

Berikut adalah hal-hal dimana Skout lebih maju pesat dari MIRC:

  • Skout bisa diakses di desktop, android, dan iOS.
  • Pengguna Skout punya halaman profil yang tentunya lengkap dengan foto dan data diri, sehingga tidak perlu nanya ASL PLS, cukup checkout profil orang yang ingin kita ajak chat. Pengguna Skout bisa mengelompokan fotonya dengan foto publik dan foto backstage yang hanya bisa dibuka dengan Skout Points.
  • Skout berbasis GPS sehingga kita bisa memilih ingin chat dengan orang yang dekat jaraknya atau mau yang jauh di belahan dunia lain. Cukup klik Meet People atau bisa juga Shake to Chat.
  • Adanya fitur Buzz bagi yang ingin posting status yang bisa dibaca semua orang yang berjarak dekat dengan kita, teman atau non teman.
  • Beragam fitur rayuan seperti Wink, Gift, dan juga Favorites.
  • Fitur chatting sudah cukup sama dengan aplikasi lainnya, bisa mengirim foto, voice note, dan emoticon.
  • Ada opsi ingin menggunakan aplikasi Skout versi lite yang gratisan namun banyak iklan sana-sini, atau membeli aplikasi premium Skout+ yang berbayar sekali saja namun bebas iklan.

Tertarik? Silakan akses dan download aplikasi Skout di sini:

Pengalaman Saya:

Setelah mencoba menggunakan Skout selama beberapa minggu terakhir, saya mendapati bahwa iklan-iklan di Skout versi lite cukup mengganggu, sehingga akhirnya saya beralih ke Skout+ yang berbayar. Saya juga sudah mendapatkan beberapa teman baru lewat Skout. Menurut saya, aplikasi ini bagus untuk mencari teman, namun kurang untuk dipakai chatting berlama-lama, sehingga akhirnya saya dan teman baru saya cenderung pindah ke aplikasi chatting lain setelah berkenalan. Ada banyak kasus GPS yang kurang tepat juga merujuk lokasi seseorang. Teman saya yang di Ancol misalnya dituliskan berlokasi di Teluknaga. Pengguna Skout dalam pengamatan saya sebagian besar masih original walau ada beberapa akun yang saya curigai sebagai akun palsu (menyamar). Kelebihan lain dari Skout ialah pencarian teman baru berdasarkan orientasi seksual dan juga batasan usia. Jadi buat teman-teman yang tidak straight, bisa menemukan komunitas tersendiri. Singkat kata, aplikasi ini cocoklah buat kamu-kamu yang masih jomblo dan kesepian.

Peringatan Pemerintah:
Merokok membunuhmu. Seyogyanya selalu berhati-hati ketika berkenalan karena tindak penipuan dan kejahatan bisa terjadi dimana saja. Pastikan orang tersebut dapat dipercaya sebelum membuat janji bertemu. Selalu usahakan bertemu di tempat umum seperti mall atau restoran ramai pada pertemuan kopi darat pertama. Jangan lupa check in lokasi kamu via Foursquare, Path, atau Facebook ketika bertemu.

Bacaan terkait:

Enter your email address:

No comments:

Post a Comment