16 February 2014

Pelajaran Cinta Dari The Amazing Race


Salah satu acara televisi favorit saya ialah The Amazing Race. Sebegitu sukanya saya pada acara ini sehingga saya telah menonton dari season 1 hingga season 23 dan sedang menantikan season 24. Bagi yang belum tahu, The Amazing Race adalah reality show dimana 11 atau 12 tim yang berlomba untuk mengikuti petunjuk dan menaklukan berbagai tantangan di banyak negara di dunia. Tim peserta terdiri dari 2 orang dengan hubungan menikah, berpacaran, sahabat baik, rekan kerja, saudara kandung, orang tua dengan anak, atau juga kerabat. Tim demi tim akan tereliminasi ketika menjadi yang terakhir menyelesaikan sebuah ronde. Tim pertama yang berhasil melewati garis finish akan menjadi pemenang The Amazing Race dan mendapatkan 1 juta dollar Amerika. Tantangan yang dihadapi para tim tidaklah mudah, mulai dari tantangan fisik dan mental, jadwal tidur yang terganggu, rasa lapar, jet lag, hingga culture shock. Tingginya tekanan sering menyebabkan banyak keributan dan bickering yang terjadi dalam 1 tim. Dari sini, saya mendapatkan beberapa pelajaran berharga mengenai hubungan, yang bisa diterapkan pada hubungan percintaaan juga.

1. Trust adalah fondasi utama sebuah hubungan

Untuk menghadapi berbagai tantangan, dibutuhkan team work dan kerjasama tim baru berjalan baik ketika kedua pasangan memiliki rasa trust terhadap partnernya. Ketika tidak ada rasa percaya pada kemampuan dan kesungguhan pasangan, yang akan terjadi ialah blaming (menyalahkan). "Semua ini gara-gara kamu", "semua ini salah kamu", "makanya denger yang gue ngomong tadi", adalah contoh ucapan-ucapan blaming yang tidak memperbaiki keadaan, tapi justru membawa hubungan ke tepi yang lebih curam. Mengapa blaming bisa terjadi? Karena kita tidak percaya kalau pasangan kita sudah melakukan yang terbaik yang dia dapat lakukan. Kita tidak percaya kalau pasangan kita adalah partner terbaik yang mungkin kita dapatkan.

Ada terlihat jelas perbedaan antara pasangan yang memiliki trust dengan yang tidak pada peserta-peserta The Amazing Race. Umumnya yang memiliki trust lebih baik ialah pasangan rekan kerja dan pasangan menikah yang sudah senior. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa mereka dapat mengandalkan pasangan mereka selain juga mereka memiliki rasa respect pada pasangan masing-masing sehingga. Pasangan berpacaran ada sebagian yang memiliki tingkat trust yang baik dan sebagian lagi tidak. Itu sebabnya ada yang sepanjang The Amazing Race menjadi semakin mesra dan ada juga yang akhirnya berpisah. Ketika kita dan pasangan kita selalu saling mendukung, maka itu adalah pertanda baik. Ketika saling menyalahkan, baiknya segera akhiri hubungan sebelum mutung.

Ketika pasangan kita mengalami masalah dalam memecahkan sebuah tantangan, apa yang harus dilakukan? Mereka dengan hubungan solid menunjukkan kalau yang harus dilakukan ialah memberikan support dan semangat. Ketika pasangan kita membuat kesalahan, yang harus dilakukan ialah menyemangatinya dan bukan menjatuhkan mereka. Ketika kita terkena masalah, tentunya kita rindu pasangan kita menghampiri kita, menemani kita, dan memberikan kita kekuatan untuk melampaui semua neraka. Itulah fungsi pasangan, bukan? Hal terburuk yang dapat terjadi ialah ketika kita terkena masalah, pasangan kita malah ada di sana dengan amarah dan menyalahkan kita atas semua yang terjadi.

Ingin punya pasangan yang trust kepada kita? Semua dimulai dari diri kita sendiri. Hubungan yang sehat dimulai dari orang-orang yang sehat secara jiwani juga. Semua yang kita tabur, akan kita tuai juga pada akhirnya. Apapun yang kita ingin orang lain lakukan ke kita, mulailah dari kita melakukan dahulu hal tersebut kepada mereka.



2. Komunikasi dan kerja sama tim adalah kunci

Untuk membangun team work, kunci utama ialah komunikasi. Lewat komunikasi dan team work, kita bisa saling cover untuk menutupi titik lemah. Team work artinya tidak menyelesaikan segala sesuatu seorang diri, namun sebagai sebuah tim. Untuk membuat tim yang baik, tidak dibutuhkan banyak superstars, tapi orang-orang yang mau saling cover dan support. Maju bersama, mundur bersama. Tidak boleh adalah egoisme dimana salah satu anggota ingin menang sendiri atau bersinar sendirian. Demikian juga dalam membangun kerjasama dalam hubungan: dibutuhkan kesadaran bahwa apapun tantangan di depan, hadapi sebagai sebuah tim.

Untuk bisa saling cover, dibutuhkan komunikasi yang intens. Masing-masing anggota tim harus tahu kekuatan dan kelemahan masing-masing sehingga bisa memutuskan role yang diemban. Dalam kerja sama tim, tidak ada gengsi karena yang dibutuhkan ialah melihat segala sesuatu sebagai "bersama" dan bukan "sendiri".  Tentunya tim yang solid selalu sadar siapakah musuh bersama mereka dan mereka fokus untuk berjuang bersama untuk mengalahkan musuh tersebut. Mereka juga punya goal dan tujuan yang sama. Kegagalan untuk memahami siapa musuh dan siapa kawan bisa berakibat pada pecahnya hubungan dengan masing-masing malah menganggap pasangan mereka sebagai musuh. 



3. Whatever happens, do not quit

Ada banyak tantangan yang akan dihadapi pasangan dan beberapa seperti gunung batu yang sepertinya tidak mungkin diterobos. Para peserta The Amazing Race mengajarkan saya apapun yang dihadapi, jangan menyerah. Coba terus, coba terus, coba terus hingga berhasil. Karena apabila orang lain bisa menaklukkan tantangan tersebut, tentunya kita juga bisa. Walaupun sepertinya semua sudah berakhir, kenyataan di luar sana, bisa jadi kita masih punya kesempatan. It ain't over until the fat lady sings. It ain't over until it's over. Ketika kita menyerah, itu sama dengan kita memilih untuk kalah. Ketika kita sudah lakukan yang terbaik dan kalah, kita tidak akan memiliki penyesalan seperti ketika kita menyerah. Dalam kehidupan, pasangan sebagai sebuah tim harus berusaha untuk maju terus dan tidak mudah menyerah.

Sumber Gambar: tautan

Tulisan Terkait:
Enter your email address below:

1 comment:

Riska Purnamasari said...

the biggest fan of amazing race here! love your article!

Post a Comment