12 May 2008

Mengheningkan Cipta: 13-14 Mei


Untuk memperingati 10 tahun tragedi kerusuhan Mei yang terjadi di Jakarta tanggal 13-14 Mei 1998, maka Jed akan mengadakan aksi mengheningkan cipta di blog ini dengan tutup mulut tidak berkomentar apapun selama 2 hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban kerusuhan Mei yang belum diberikan keadilan hukum hingga saat ini dan sebagai aksi protes terhadap segala bentuk ketidakadilan yang masih merajarela di negeri ini. Kerusuhan Mei adalah catatan kelam bangsa ini dimana pihak yang merencanakan ini semua belum diadili hingga hari ini padahal banyak sekali korban jiwa dan pemerkosaan (para gadis WNI keturunan cina) serta kerugian materiil yang tidak terhitung banyaknya.

Untuk itu Jed mengajak kita semua mengunjungi situs PeacefulIndonesia.Com dan memberikan suara anda sebagai petisi memprotes ketidakadilan atas para korban kerusuhan Mei 98 yang masih belum diselesaikan meski sudah lewat 10 tahun.

Ingatkah Anda ketika Tragedi Mei 1998 terjadi? Di mana Anda saat itu? Sepuluh tahun telah berlalu namun apa yang telah kita dan pemerintah Indonesia lakukan? Marilah kita cegah agar hal ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Ten Years Vigil of the Forgotten Massacre May 1998 Tragedy
In May 1998, Jakarta the capital of Indonesia was an ocean of inferno. There were 1,339 deaths and 92 females of Chinese ethnicity were sexually assaulted and raped due to an organized political scenario, which have not been thoroughly investigated. Where were you when such terrible and inhumane occurrences happened? Do you remember them now? What have the world and Indonesian government done to bring justice? Let's prevent such things to happen again in the future.

Masukkan petisi Anda sekarang. Sign your petition now. Time is running out.

This Worldwide Vigil for Humanity has three objectives:

Fisrst, to urge the government of the Republic of Indonesia to fully investigate the May 1998 Tragedy of Humanity and to bring the perpetrators to justice without any exception or reservation.

Second, to urge the government of the Republic of Indonesia to enforce the laws and bring to justice individual(s) and/or group(s) that exploit ethnicity, religion, race, and culture toward victims of violence and discrimination.

Third, to invite all citizens of Indonesia and citizens of the world in establishing new Indonesia without violence and discrimination.

Mau tahu cerita sesungguhnya dibalik kerusuhan Mei? Baca saja tulisan berikut dan tulisan berikut.

PS: Jed akan kembali blogging tanggal 15 Mei bersatu dengan seluruh blogger sedunia dalam gerakan Bloggers Unite For Human Rights.

2 comments:

Hans said...

ku juga ikut petisi loh....

BiE said...

Cara ikutannya himana tuw?

Post a Comment