20 August 2016

Berkelana di Hangzhou dan Suzhou (Bagian I)

Jixian Pavilion di West Lake, Hangzhou

上有天堂, 下有苏杭 (shàng yǒu tiāntáng, xià yǒu sūháng)
Atas sana ada Surga, dibawah sini ada Suzhou dan Hangzhou

Demikian pepatah kuno yang membawa saya mengunjungi kedua kota yang kental dengan budaya Jiangnan tersebut. Tulisan ini adalah bagian pertama dari seri tulisan saya.

Saya belum pernah ke Tiongkok sebelumnya dan artinya ini adalah perjalanan pertama saya ke negeri tirai bambu tersebut. Saya juga berangkat sendiri sebagai solo traveler, tidak ikut program tur/travel apapun dan mengatur sendiri itinerary perjalanan saya. Saya juga tidak jago bahasa Mandarin, hanya bisa beberapa frasa sederhana yang masih saya ingat dari waktu mengambil les Mandarin dulu yang tidak selesai. Sebelumnya saya berencana berkunjung ke Beijing dan juga Xi'an, namun ketika saya melihat foto West Lake di Hangzhou, saya berubah pikiran. Saya memutuskan untuk pergi ke Jiangnan (selatan sungai) yang kental akan keindahan dan budaya untuk mengapresiasi keindahan. Tadinya saya berencana untuk mengunjungi banyak kota di Jiangnan, namun karena keterbatasan hari perjalanan (10 hari), saya memutuskan untuk meluangkan waktu lebih banyak di tempat yang disebut sebagai surga dunia, yakni Hangzhou dan Suzhou.

Saya terbang menuju Shanghai dan dari sana saya mengambil bus jarak jauh ke Hangzhou langsung dari bandara internasional Pudong. Sebenarnya jika ingin langsung ke Hangzhou dengan pesawat juga bisa, namun opsi ke Shanghai lebih banyak sehingga harga jadi lebih murah. Harga tiket bus dari Pudong Airport ke Hangzhou adalah CNY 110 (IDR 220.000) dengan lama perjalanan sekitar 3 jam lebih. Untuk pesan tiket bus, harus di lokasi tentunya dengan banyak bertanya dan memperhatikan. Bus menuju Yellow Dragon Stadium (Huanglong Stadium). Dari sana bisa naik taksi menuju hotel atau tempat penginapan. Saya sarankan untuk memilih hotel/penginapan di daerah sekitar West Lake (Xi Hu) untuk kemudahan akses menuju tempat-tempat wisata.

Untuk memilih hotel di Tiongkok, saya sarankan agar melakukan booking lewat situs/aplikasi Ctrip yang juga tersedia dalam bahasa Inggris. Mengapa? Karena sebagai situs travel lokal, mereka punya harga-harga lebih murah (seperti misalnya Traveloka atau Tiket.com di Indonesia). Namun harap diperhatikan bahwa banyak hotel murah tidak punya izin untuk menerima tamu dari luar negeri. Jadi pastikan double check dengan situs booking.com apakah hotel tersebut menerima tamu asing atau tidak. Situs Ctrip tidak menyediakan informasi tersebut. Jangan kaget juga apabila petugas-petugas di hotel tidak ada yang bisa Bahasa Inggris. Hal tersebut kenyang saya alami selama di Tiongkok. Pastikan Anda sudah install aplikasi Baidu Translate di ponsel Anda karena Google Translate sulit berfungsi karena Google diblokir. Pilihan penginapan lain ialah dengan menggunakan AirBnB sebagai opsi penginapan non-hotel yang murah meriah. Kelebihan AirBnB, beberapa host akan memberikan kenyamanan 'rumah sendiri' kepada Anda.

Pengelana Venesia legendaris Marco Polo pernah mengunjungi Hangzhou di abad 13 dan dia menyebutnya sebagai kota surga, paling indah dan paling megah di dunia. Pengelana Maroko abad 14, Ibnu Battuta juga menyebutnya sebagai kota terbesar yang pernah dia lihat di muka bumi, ada di atas sebuah danau dengan bukit-bukit yang indah. Hal yang paling menarik dari Hangzhou adalah keindahan alam dan suasannya yang nyaman. Saya pikir siapapun akan betah tinggal disana dan saya menyebutnya sebagai a very livable city. Minim macet dan polusi serta tempat-tempat wisata yang bertebaran layaknya mutiara yang berserakan menanti untuk ditemukan. Pada saat kunjungan saya pada akhir Juni 2016, kota Hangzhou sedang bersiap-siap untuk menyambut G-20 Summit yang akan berlangsung September 2016. Kota ini sedang bersolek dalam persiapan dan saya melihat logo G-20 terpampang dimana-mana.

Three Ponds Mirroring the Moon (三潭印月 - dibaca sāntán yìnyuè) di West Lake, Hangzhou

Daya tarik utama Hangzhou adalah West Lake (西湖 - Xī Hú) yang mendapatkan level keindahan alam AAAAA (tertinggi) di kota Hangzhou bersama dengan Danau Qiandao dan Xixi National Wetland Park. Saya hanya berada 3 hari di kota Hangzhou sehingga saya hanya sempat mengunjungi West Lake dan daerah sekitarnya. Lalu apa yang membuat West Lake istimewa? West Lake telah mempengaruhi penyair dan pelukis sepanjang sejarah Tiongkok karena keindahan alam dan peninggalan bersejarah, dan juga telah di antara sumber yang paling penting dari inspirasi keindahan bagi para perancang taman-taman di Tiongkok. 

Kalau kita melihat catatan sejarah West Lake, dapat disimpulkan bahwa keindahan West Lake hampir semuanya adalah karya manusia yang menata danau tersebut sedemikian rupa sehingga keindahannya dapat dinikmati. Ada beberapa orang penting dalam sejarah West Lake dan mereka semuanya memiliki jiwa seni dan telah berkontribusi pada keindahan West Lake. Yang pertama ialah Bai Juyi, penyair yang menjadi gubernur Hangzhou pada zaman Dinasti Tang. Yang kedua ialah Su Dongpo yang juga disebut Su Shi, yang juga adalah penyair dan menjadi gubernur Hangzhou pada zaman Dinasti Song. Reputasi Bai Juyi dan Su Shi dikalangan seniman dan penyair menyebabkan West Lake menjadi legendaris dan menjadi inspirasi dari banyak puisi dan lukisan pada zaman dahulu kala. Kemudian pada zaman Dinasti Ming, West Lake kembali mengalami restorasi dan dipercantik pada zaman gubernur Yang Mengying. Ketiga tokoh penting tersebut memiliki peninggalan abadi di West Lake dalam bentuk 3 buah jalan terusan yang melintang di West Lake, yakni Bai Causeway, Su Causeway, dan Yanggong Causeway.

West Lake menjadi semakin legendaris pada zaman Dinasti Qing karena 2 orang yang luar biasa, yakni Kaisar Kangxi dan Kaisar Qianlong, cucu dari Kangxi. Kedua kaisar tersebut sering meninggalkan Beijing di utara untuk berkunjung ke Hangzhou dan Suzhou di selatan untuk menikmati pemandangan, sesuatu yang bukan kelaziman bagi kaisar-kaisar di Tiongkok. Mereka berdua memberi nama banyak tempat di sekitar West Lake dan dalam sekejap tempat-tempat tersebut jadi objek wisata terkenal hingga masa kini. Kaisar Kangxi 5 kali berkunjung ke West Lake dan Kaisar Qianlong 6 kali seraya menulis banyak puisi memuji keindahan West Lake.

10 titik keindahan West Lake

Untuk menikmati West Lake, maka dibuatlah daftar 10 titik keindahan West Lake dan daftar ini terus bertambah seiring masa, jika dijumlahkan mungkin saat ini sudah ada lebih dari 30 titik keindahan. Namun yang paling terkenal adalah 10 titik berikut yang harus Anda lihat saat berkunjung ke West Lake:

Pada hari pertama kunjungan saya di Hangzhou, saya mengunjungi beberapa titik West Lake dengan berjalan kaki bersama seorang teman lokal. Kelebihan berjalan kaki tentunya lebih santai dan lebih bisa melihat kehidupan lokal seperti para tua-tua bermain mahjong, ibu-ibu berdansa, hingga opa-oma bernyanyi menghibur para turis. Pada hari kedua, bersama dengan teman lokal lain, saya mencoba mengelilingi West Lake dengan bersepeda seharian. Dengan bersepeda tentunya saya bisa melihat lebih banyak titik. Sangat mudah untuk mendapatkan sepeda karena adanya penyewaan sepeda, Saya harus mengurus kartu sewa sepeda (yang juga bisa dipakai untuk naik bus) dengan deposit 300 RMB yang bisa di-refund ketika sudah tidak lagi digunakan. Setelah dapat kartunya, selanjutnya sangat mudah karena sepeda tersedia dimana-mana, tinggal tap, ambil sepeda dan bersepeda. Ketika hendak berhenti di satu titik, tinggal kembalikan sepeda ke tempat yang disediakan lalu tap untuk mengunci. Untuk perjalanan selanjutnya tinggal ambil sepeda lain lagi. Oh ya di Hangzhou tidak ada sepeda motor, hanya ada sepeda dan sepeda listrik. Untuk mobil pun kata teman lokal saya diwajibkan hybrid car atau electric car. Pada hari ketiga, saya mengelilingi West Lake dengan bus dan juga naik perahu untuk berkunjung ke pulau buatan di tengah danau yang punya bentuk lingkaran yang unik, Dari sana bisa melihat dan mengambil foto Three Ponds Mirroring the Moon (三潭印月 - dibaca sāntán yìnyuè) berupa tiga pagoda kecil di tengah danau yang terdapat di lembar belakang pecahan kertas 1 RMB.

Ada beberapa pagoda, temple, dan pavilion  di sekeliling West Lake dan bisa berfungsi sebagai petunjuk arah dan juga menjadi titik-titik keindahan. Yang paling gampang diakses ialah:


Meskipun saya menghabiskan 3 hari berkeliling West Lake, masih banyak titik-titik pemandangan yang belum saya lihat. Saya jadi mengagumi Bai, Su, dan Yang sebagai 3 figur yang menata West Lake dengan taste yang baik pada Dinasti Tang, Song, dan Ming hingga akhirnya punya banyak titik-titik pemandangan yang layak dinikmati. West Lake bukan satu tempat wisata, namun puluhan tempat wisata yang ada di satu area. Bahkan mereka yang tinggal di Hangzhou, belum tentu sudah mengunjungi semua titik-titik pemandangan di West Lake yang begitu banyaknya dan terus bertambah.

Berikut beberapa foto yang saya ambil ketika menyusuri West Lake:

Sunset di West Lake

Bermain Mahjong di tepi West Lake

Tempat duduk di salah satu tepi West Lake

Orioles Singing in the Willows (柳浪聞鶯 - Liǔlàng wényīng) di West Lake

Salah satu bunga Wind Lotus di West Lake mulai mekar

Para wanita berdansa di tepi West Lake

Banyak Wind Lotus yang menghiasi West Lake

Penyewaan sepeda umum menggunakan smart card


Bacaan Terkait:

Enter your email address below:

1 comment:

yoto said...

Wuih, asik bener danaunya
Semuanya hasil foto sendiri nih ko?
Mantep2 gambarnya

Post a Comment